TribunMedan/

Jika Kades Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Dinas PMD Siapkan Sanksi Ini

Ia menuturkan proses pemberhentian jabatan bisa dilakukan Pemkab apabila status hukum yang bersangkutan

Jika Kades Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Dinas PMD Siapkan Sanksi Ini
tribun medan/indra gunawan
Tim Kejaksaan Negeri Deliserdang memeriksa segala macam berkas di kantor Desa Percut saat dilakukan penggeledahan Senin, (25/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Deliserdang, akan segera mengambil langkah untuk melakukan pemberhentian sementara terhadap Kepala Desa Percut, Khairil Anwar. Jika dikemudian hari ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Deliserdang.

Hal ini dikatakan oleh Kadis PMD Deliserdang, Citra Efendy Capah Selasa, (3/7/2017).

"Kalau saat ini kita belum bisa memproses, ya kitakan pakai asas praduga tidak bersalah juga. Tapi kalau sudah ditetapkan tersangka ya kita proses untuk diberhentikan sementara Kepala Desanya," ujar Capah.

Ia menuturkan proses pemberhentian jabatan bisa dilakukan Pemkab apabila status hukum yang bersangkutan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

Ia menyebut kalau saat ini sudah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada Kejaksaan Negeri Deliserdang sebagai penegak hukum.

Baca: Punya Dua Alat Bukti, Tapi Kejaksaan Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

" Kasus untuk Desa Percut inikan terjadi sebelum saya menjabat. Informasi yang saya dapat dulu, begitu ada temuan PMD langsung melakukan pembinaan karena ada pekerjaan yang tidak dilakukan Kepala Desanya dan diarahkan untuk dikerjakan. Tapi dia (Khairil Anwar) membandal dan diarahkan untuk ditangani Inspektorat. Kabarnya udah disuruh untuk mengembalikan sama Inspektorat tapi tetap saja gak mau memulangkan. Kalau dipulangkan ya bolehnya karena seperti itu memang ketentuannya ditangani Inspektorat dulu sebenarnya,"kata Capah.

Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang, Asep Maryono mengaku dalam waktu dekat akan merilis kasus dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB-Des) tahun 2016 yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk Desa Percut Kecamatan Percut Seituan.

Ia membenarkan kalau saat ini sudah mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.

"Sabar dulu lah kalian. Dalam waktu dekat ini akan kita rilis,"kata Asep.(*)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help