TribunMedan/

Heboh Medsos

PNS Pemkab Bima Sindir Panglima TNI: Ngajak Nobar G30S Sudah 5 Watt Matanya, Ini yang Terjadi

Setelah foto nobar Presiden Jokowi dan Gatot beredar, Sabtu pukul 21.50 WITA, Iwan mengunggah postingan yang menyindir Panglima TNI.

PNS Pemkab Bima Sindir Panglima TNI: Ngajak Nobar G30S Sudah 5 Watt Matanya, Ini yang Terjadi
ANTARA/Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo (kedua kiri, berjaket merah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri) berrsama para perwira dan prajurit TNI dan Polri beserta warga menonton film 'Pengkhianatan G30 S/PKI' di lapangan tenis indoor Markas Korem 061 Suryakencana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/9/2017) malam. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang PNS Pemkab Bima, NTB, Iwan Susanto Purwahyo, berurusan dengan aparat TNI setelah mengomentari foto Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat nonton bareng film G30S bersama Presiden Jokowi di Markas Korem 061/Suryakancana Bogor, Sabtu (30/9/2017).

Baca: Kades Gituin Remaja 16 Tahun, lalu Sogok Ibu Korban dengan Tanah 2 Hektare

Baca: Bikin Malu, Niatnya Sogok Pacar dengan Foto Aduhai, Apa Nyana Kekasih Malah Syok Dapati Beginian

Baca: Siswi SMA di Bangka Melahirkan di Toilet Sekolah saat Jam Pelajaran

Setelah foto nobar Presiden Jokowi dan Gatot beredar, Sabtu pukul 21.50 WITA, Iwan mengunggah postingan yang menyindir Panglima TNI.

“Tanda tanda Orang Mau Pensiun Maret 2018 sudah kelihatan Ngajak Nonton g30spki sudah 5 Watt matanya… Coba bandingkan dengan yang Insya Allah pensiun 2024 … Mata Pak Dhe terang terus seperti Lampu Philips…”

Spontan postingan ini mendatangkan kecaman dan ancaman terhadap Iwan.

Iwan pun akhirnya dijemput oleh anggota intel kodim di kantor Bupati Bima untuk diperiksa di ruangan Pasi Intel Kodim 1608 sekitar pukul 09.30 Wita, Senin (2/10/2017).
 
Iwan hadir bersama dengan sejumlah teman sekantor mengenakan pakaian Korpri. Iwan kemudian diantar ke ruangan Pasi Intel untuk dimintai keterangan.
Beberapa orang TNI terlihat mendatangi ruangan tersebut.
 
Iwan diperiksa di Makodim Bima/facebook arya somad 
Namun pekerja media yang hendak meliput tidak perkenankan masuk. Sementara pejabat Kodim yang berusaha dihubungi tidak ada yang bisa dimintai keterangan.
Sebelum dijemput dan dibawa ke Kodim dan panen bully di media sosial, Iwan menunggah permohonan maaf atas statusnya tersebut.
 
Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri, menyesalkan tindakan Iwan. Ia bahkan menyampaikan maaf kepada Panglima TNI atas kekeliruan pegawainya itu.
Kepala Bappeda Kabupaten Bima Muzakir, selaku atasan Iwan juga menulis permohonan maaf kepada Panglima TNI dan jajarannya atas status bawahannya tersebut. 
Muzakir menegaskan Iwan telah diperiksa oleh Tim Pembina Aparatur Setda Kabupaten Bima yang dipimpin oleh Sekda Taufik. 
"Dan untuk proses selanjutnya akan disesuaikan dengan aturan kepegawaian yang berlaku, sebagaimana amanat yang disampaikan Bupati Bima," ucap Muzakir. 
 
Iwan disidang Tim Bina Aparatur Pemkab Bima Senin (2/10/2017).METROMINI/Dok

sumber: www.beritaislam24h.info/www.metromini.co.id/facebook 

 
Editor: Tariden Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help