TribunMedan/

Balita Ini Terpeleset ke dalam Dandang Mi Sop Panas, Memilukan saat Dera Meronta Kesakitan

Akibatnya, kulit sang bayi melepuh, membuatnya menangis meronta kesakitan.

Balita Ini Terpeleset ke dalam Dandang Mi Sop Panas, Memilukan saat Dera Meronta Kesakitan
tribun medan/dedy
Dera Mutia, bayi berusia 1,9 tahun dibalut perban di RS Tiara, usai terjatuh ke dalam dandang kuah miso panas 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Nahas dialami bayi mungil berusia 1,9 tahun ini. Dera Mutia, bayi perempuan, anak pasangan Hariadi dan Desy Yusnita Damanik, terpeleset ke dalam dandang kuah mi sop, jualan ibunya di Jalan Sadom, Rabu (3/10/2017).

Akibatnya, kulit sang bayi melepuh, membuatnya menangis meronta kesakitan. Dera lantas dilarikan ke rumah sakit tentara. Namun, tidak diterima lantaran pihak rumah sakit tentara beralasan rumah sakit tidak ada kamar kosong.

Baca: Ipda Morasati, Sosok Polisi Pacul, Rela Memperbaiki Jalan Rusak agar Lalu-lintas Lancar

Baca: Nikita Mirzani Sampaikan 3 Poin Klarifikasi Atas Dugaan Penghinaan Panglima TNI

Baca: Lewat Facebook, Ust Arifin Ilham Umumkan Istri Ketiganya, Janda Muda Dua Anak

"Pas kejadian dapat kabar anakku kena kuah mi sop panas. Sampai masuk ke dalam dandang mi sop panas dekat kompor. Dia main gitu mundur-mundur rupanya terpleset ke dalam dandang mi sop. Sempat dibawa ke RS Tentara tapi katanya gak ada kamar. Panik kali aku, abis itu baru dirujuk ke RS Tiara," kata Hariadi, warga Jalan Sadom Kelurahan Banten, Siantar Barat menceritakan kepanikannya yang menimpa anaknya, di depan ruang Kasuari V Rumah Sakit Tiara, Rabu (4/10/2017).

Baca: Fahri Hamzah Bilang Setya Novanto Memang Sakit, Berdiri Aja Ngantuk

Sesampai, di RS Tiara, Dera Mutia sudah diberi perawatan intensif. Di sekujur tubuh mungilnya sudah terbalut kain perban putih. Bayi itu sesekali menangis.

"Ayah... Ayah...,"kata terucap dari bibir Dera yang dipangku ibunya.

Tak cukup disini, Hariadi selanjutnya dihadapkan masalah biaya rumah sakit. Ternyata RS Tiara tidak masuk bekerja sama dengan BPJS. Sementara ia hanya pedagang sate keliling.

"Panik kali. Ini biayanya awalnya gak masuk BPJS di RS Tiara. Terpaksa aku ngurus surat miskin dulu ke lurah dan Dinsos. Makanya ini sudah dapat surat rujuk BPJS dari RS Umum," ujarnya. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help