TribunMedan/

Harga Gas Tembus Rp 22 Ribu

Sebagian warga di Kecamatan Tanjung Morawa beberapa hari belakangan ini mengeluh lantaran kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Harga Gas Tembus Rp 22 Ribu
Net
Tabung Gas 3 kg.

TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Sebagian warga di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang beberapa hari belakangan ini mengeluh lantaran kesulitan mencari gas elpiji ukuran  3 kilogram. Hal ini lantaran di tingkat pengecer dan pangkalan, gas yang disubsidi oleh pemerintah itu habis. Warga berharap agar persoalan ini dapat ditindaklanjuti secepatnya.

"Untuk mendapatkannya suamiku harus mutar‑mutar Tanjung Morawa tadi pagi. Di mana‑mana gak ada gasnya. Asal ditanya ke kedai‑kedai semuanya jawab habis dan kosong. Mau masak bagaimana kalau gak pakai gas kan gak mungkin pakai kayu lagi. Tadi pas kebetulan habis gasnya saat masak sayur. Dapat juga setelah dicari‑cari setengah jam," ujar Via warga Desa Dalu X B Tanjung Morawa, Rabu (4/10).

Tribun sempat melakukan penelusuran atas keluhan warga pada Rabu pagi. Saat itu banyak warga yang tampak berputar‑putar dengan menggunakan sepeda motor untuk mencari gas elpiji 3 kilogram.Semuanya mengeluh karena sudah capek mencari ke mana‑mana namun tidak ada hasilnya. Setelah setengah jam berputar‑putar Tribun pun mendapati satu pedagang tingkat pengecer di Tanjung Morawa yang menjual gas ini dengan harga Rp 22 ribu. Saat itu stoknya pun tinggal satu.

"Ya memang susah gas sekarang ini. Sebenarnya semalam datang cuma langsung habis dan ini punyaku tinggal satu. Karena yang beli ntah dari mana‑mana saja," ucap seorang pedagang di Desa Dalu X A.

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram inipun juga terjadi di Lubukpakam. Hal ini dibenarkan oleh Harianto alias Aheng pemilik pangkalan gas di Jl. Setia Budi Lubukpakam. Menurutnya sudah sejak awal bulan September lalu permintaan gas untuk ukuran 3 kilogram ini cukup tinggi. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab mengapa bisa terjadi kelangkaan gas ukuran 3 kilogram.

"Untuk yang bersubsidi aja yang langka. Kalau untuk yang ukuran 12 kilogram gak ada masalah, cuma permintaan ya sedikit lah. Kalau ke pangkalan tempat aku ini semalam sebenarnya baru masuk dari agen cuma sebentar saja langsung habis karena sudah banyak dicari orang," kata Aheng.

Baca: Masyarakat Mampu Tidak Boleh Beli Gas 3 Kg Lagi, Ini Penyebab Langka di Pasaran

Saat diwawancarai Tribun, Aheng pun sesekali menjawab pertanyaan warga yang datang untuk membeli. Atas hal ini Aheng mengaku capek karena harus menjawabi satu persatu pertanyaan warga. Disebut kalau dari agen sendiri jatah untuk ke pangkalannya tidak ada sama sekali pengurangan.

"Kalau yang namanya pangkalan seperti kita ini, satu minggu barangnya masuk dua kali, waktunya itu gak pasti. Kita juga sudah dikasih kuota. Untuk punyaku sekali masuk kuotanya hanya 280 tabung, berarti ya itulah satu minggu cuma 560 jatahku," kata Aheng.

PIhak PT Pertamina saat dikonfirmasi membantah ada melakukan pengurangan untuk pendistribusian gas elpiji ukuran tabung 3 kilogram ke Kabupaten Deliserdang. Officer Komunikasi Pertamina Sumbagut, Arya menyebut Kabupaten Deliserdang merupakan salah satu Kabupaten yang terbesar di Sumatera Utara untuk pendistribusiannya setelah Kota Medan.

Baca: Tanjungmorawa dan Lubukpakam Juga Langka Gas 3 Kg, Ada yang Jual Rp 22 Ribu Per Tabung

"Kalau pendistribusian gak ada masalah tetap masih seperti biasa. Elpiji ukuran 3 kilogram inikan di subsidi pemerintah, tapi sekarang ini yang menggunakannya orang yang mampu. Harusnya yang pendapatannya diatas 1,5 juta ya harus gunakan non subsidi. Harga untuk ukuran 3 kg inikan sudah 10 tahun tidak naik jadi memang harganya lebih murah dari rokok," ujar Arya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Ia menuturkan, pihak Pertamina sebagai lembaga penyalur dari Pemerintah sudah ditentukan besaran kuotanya dalam hal penyaluran gas elpiji 3 kilogram. Disebut pihak Pertamina tidak diperbolehkan menyalurkan diatas kuota yang telah ditentukan. Ia berharap agar masyarakat yang kehidupan ekonominya tergolong mampu untuk beralih ke gas non subsidi.

"Untuk Sumut tahun 2017 dari bulan Januari hingga Desember kuotanya itu sudah ditentukan sebanyak 110 juta tabung. Kuota itu ditentukan oleh Kementerian ESDM yang didapat dari hasil rekomendasi oleh Pemerintah Daerah ditahun sebelumnya. Jadi penyalurannya gak boleh diatas kuota. Semua pihak sekarang ini bertanggungjawab untuk mensosialisasikan agar yang mampu itu menggunakan yang nonsubsidi. Kalau yang nonsubsidi ini batasan kuotanya gak ada," kata Arya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help