TribunMedan/

Jusuf Kalla Ajari Jokowi Agar 'Keras Sedikit' Supaya Diperhatikan Dunia

"Makanya saya bilang ke Pak Jokowi kita mesti keras sedikit supaya kelihatan 'nakal' kan," kata Kalla.

Jusuf Kalla Ajari Jokowi Agar 'Keras Sedikit' Supaya Diperhatikan Dunia
(Fabian Januarius Kuwado)
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berbincang di Beranda Istana Merdeka, Jakarta Kamis (3/11/2016). 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, untuk menjadi negara yang diperhatikan dunia ada dua syarat. Syarat itu adalah kaya dan "nakal".

Akan tetapi, menurut dia, Indonesia tidak memiliki keduanya.

Jika ingin lebih "bertaring", kata Kalla, Indonesia harus "nakal" dalam menyampaikan sikapnya atas suatu isu pada forum internasional.

"Makanya saya bilang ke Pak Jokowi kita mesti keras sedikit supaya kelihatan 'nakal' kan," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Kalla mengatakan, selama ini Indonesia dianggap sebagai negara biasa-biasa saja.  

"Di dunia ini hanya ada dua negara yang diperhitungkan dan diperhatikan yakni negara kaya atau negara nakal. Kita tidak kaya dan tidak nakal juga," kata Kalla.

Ia mengatakan, hal ini terlihat saat Presiden RI melakukan kunjungan kenegaraan ke suatu negara, media-media asing tak memberikan perhatian besar. 

"Pengalaman saya kalau ke ke luar negeri baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Joko Widodo ke Amerika Serikat. Hanya berita kecil di New York Times. Kenapa begitu?," ujar dia.

"Coba kalau China datang, langsung live CNN itu Xi Jinping, Fu Jin Tao atau yang datang Iran, Chavez dari Venezuela di New York ngamuk-ngamuk diperhatikan. Kalau kita pidato ya headline-nya di Indonesia saja," lanjut Kalla. 

Kalla mengatakan, hanya ada satu Presiden Republik Indonesia yang diperhatikan oleh dunia internasional, yakni Presiden pertama RI, Soekarno.

"Presiden Indonesia yang diperhatikan Bung Karno yang diingat karena dia punya pendirian. Kita pakai kopiah yang terkenal kopiah Soekarno. Karena dia punya prinsip yang kadang mengejutkan dunia," ujar dia.

Lalu apa yang perlu dilakukan Indonesia agar dianggap dan diperhatikan oleh negara-negara di dunia?

"Ya buat negara ini kaya, makmur bertumbuh, dan tentu berpengaruh. Indonesia harus tangan di atas bukan tangan di bawah. Hampir semua masih berpikir tangan di bawah," kata Kalla. (Moh. Nadlir)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kalla: Saya Bilang Pak Jokowi, Kita Mesti Keras supaya Kelihatan "Nakal"."

 

Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help