TribunMedan/

Massa Demo di kantor PDAM Kota Pematangsiantar, Tuntut Wali Kota Copot 2 Pejabat Ini

Mereka membawa atribut yang berupa kertas ukuran besar dan karton bertuliskan 'Copot Badri dan Hotner Sekarang'

Massa Demo di kantor PDAM Kota Pematangsiantar, Tuntut Wali Kota Copot 2 Pejabat Ini
tribun medan/dedy
Massa demo mendatangi Kantor PDAM Tirtauli dengan sejumlah karton bertuliskan sejumlah tuntutan di Jalan Porsea, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (6/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Massa dari Gerakan Muda Islam Nusantara Sumatera Utara menggelar demo di kantor PDAM Kota Pematangsiantar, Jumat (6/10/2017).

Pendemo membawa sejumlah atribut dengan agenda agar Wali Kota Siantar, Hefriansyah segera mencopot Badri Kalimantan (Dirut PDAM) dan Hotner dari jabatannya, sebagai Direktur Umum PDAM Tirtauli.

Baca: HUT Ke-72 TNI, Gelar Kejuaraan Renang Antar Klub PRSI, Ini Para Juaranya

Baca: Rekrutmen TNI Besar-besaran, Kota Medan di Sini Lokasi Pendaftarannya, Berikut Persyaratannya

Baca: PENGAKUAN Tersangka Mengejutkan, Bakar Anak Menyesal, Tapi Bakar Istri Tidak

Massa tersebut mendatangi Kantor PDAM Tirtauli, seraya membentangkan karton bertuliskan tuntutan di Jalan Porsea, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat.

Mereka membawa atribut yang berupa kertas ukuran besar dan karton bertuliskan 'Copot Badri dan Hotner Sekarang'. Aksi demontrasi dijaga personel Polres Siantar dan Polsek Siantar Barat.

Badri Kalimantan dan Hotner Simanjuntak, menurut pendemo, diduga telah melakukan praktik korupsi..

"Mereka berdua (Badri Kalimantan dan Hotner Simanjuntak) diduga telah melakukan korupsi pengadaan mobil operasional, pengadaan barang dan jasa yang telah merugikan keuangan Pemerintah Daerah hingga ratusan juta rupiah," teriak massa, yang dikordinir,M Syahril Hasibuan.

Masa juga meminta agar Wali Kota berani bersikap tegas. Hefriansyah selaku Wali Kota diminta mengesampingkan hubungan emosional dengan para petinggi PDAM.

"Wali Kota Siantar kami minta tidak mengedepankan hubungan emosionalnya terhadap Badri Kalimantan. Wali Kota harus berani dengan tegas mencopot mereka berdua dan diduga telah banyak memakan uang perusahaan dan uang negara demi kepentingan pribadi," kata seorang demonstran.

"Tak hanya melakukan korupsi, kedua pria yang miliki jabatan di PDAM Tirtauli ini diduga juga telah menyalahgunakan wewenang dan jabatan sebagai Dirut dan Dirum PDAM Tirtauli, monopoli pengadaan barang dan jasa, korupsi biaya perawatan meter serta korupsi biaya asuransi JHT karyawan," ungkap massa.

Aksi mereka tidak ada ditanggapi pihak PDAM Tirtauli. Massa lantas memilih kembali. Sebelum beranjak pergi, mereka berjanji akan demo lagi dengan massa lebih banyak.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help