TribunMedan/

Eddy Berutu Banyak Dapat Keluhan soal Air Bersih di Batang Beruh

Usai melayani masyarakat dengan membagikan sarapan pagi, masyarakat mengatakan saat ini tengah kesulitan air bersih.

Eddy Berutu Banyak Dapat Keluhan soal Air Bersih di Batang Beruh
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Bakal Calon Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu (kemeja biru) saat melayani masyarakat dengan memberikan sarapan di Jalan Batu Sindor, Kelurahan Batang Beruh Kecamatan Sidikalang, Sabtu (7/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Bakal Calon Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu saat mengunjungi masyarakat keluhan warga Jalan Batu Sindur kelurahan Batang Beruh kecamatan Sidikalang, menangapi keluhan masyarakat.

Usai melayani masyarakat dengan membagikan sarapan pagi, masyarakat mengatakan saat ini tengah kesulitan   air bersih.

Baca: MANTAP! Fred Butuan Sukses Cetak Gol ke Gawang PSIS, Skor 3-1 untuk PSMS

Baca: GAGAL MENJAMBRET: Perampok Jatuh dari Motor, Diseret dan Diinjak-injak Warga hingga Sekarat

Seorang warga, Herpen Naibaho mengatakan sebanyak 50 rumah keluarga di desa tersebut belum masuk air PDAM. Untuk itu, mereka harus mengambil air bersih dari mata air di tebing jurang.

"Walaupun kami ini masih di kota Sidikalang, tetapi air bersih belum bisa kami nikmati, disini kami ada sekitar 50 kepala keluarga dan tidak masuk PAM," ujarnya, Sabtu, (7/10/2017).

Selain itu masyrakat juga mengeluhkan persoalan daya listrik. Tiang listrik masih berasal dari batang bambu atau pohon pinang.

Menanggapi ini, Dr Eddy Berutu mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat tersebut. Ia menilai pembangunan belum terjadi di Kabupaten Dairi.

Baca: GAGAL MENJAMBRET: Perampok Jatuh dari Motor, Diseret dan Diinjak-injak Warga hingga Sekarat

"Ini memang baik sekali, mendengar keluhan secara langsung dari warga, ini masih kota Sidikalang, tetapi jelas-jelas warga sampaikan belum masuk air PAM atau PDAM, bukan hanya itu, tiang listriknya juga tidak ada, mereka hanya manfaatkan pohon dan bambu, lalu apakah arti pembangunan itu sendiri?"ucap Dr Eddy.

Dalam kesempatan tersebut, Markus Purba anggota DPRD Dairi mengatakan, akan melaporkan hal tersebut ke PDAM.

"saya sudah lama tau masalah ini, dulu kan sudah masuk program P2KP, namun saya sudah lihat sendiri programnya tidak berjalan air sudah dibor tetapi terkendala dengan persoalan listrik, dan sama sekali tidak bermanfaat atau terbengkalai"kata Markus.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help