TribunMedan/

Dairi Unggul

Petani Curhat ke Dr Eddy Berutu, Harga Durian Jadi Mahal Akibat Infrastruktur Buruk

"Durian orang Rp 10 ribu kami Rp 8 ribu. Semua karena infrastruktur yang buruk ini," kata Sihite.

Petani Curhat ke Dr Eddy Berutu, Harga Durian Jadi Mahal Akibat Infrastruktur Buruk
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Warga membaca profil Dr Eddy Keleng Ate Berutu yang maju dalam Pilkada Kabupaten Dairi, Minggu (8/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Bakal Calon Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengunjungi Desa Jumagerat, Kecamatan Tiga Lingga, Minggu (8/10/2017). Diketahui desa ini mengalami kendala jembatan yang terputus selama lebih dari dua tahun.

Akibat ini, 600 kepala keluarga mengalami kerugian jutaan rupiah tiap bulannya karena harus melewati jalur alternatif berbayar. Padahal, desa ini memliki delapan dusun.

Seorang warga Dusun Lau Pangguh bermarga Sihite warga Dusun Lau Pangguh yang hadir dalam kegiatan mengungkapkan warga kesulitan selama dua tahun ini. Mulai dari pendidikan, infrastruktur, dan hasil tani. Kerugian mencapi jutaan rupiah tiap bulannya. Pasalnya, jalur alternatif untuk pengganti jembatan harus berbayar.

"Durian orang Rp 10 ribu kami Rp 8 ribu. Semua karena infrastruktur yang buruk ini. Kami berharap jika bapak memegang pucuk pimpinan di Pemkab Dairi dapat menyelesaikan persoalan ini,"ujarnya.

Selain itu, tokoh masyarakat setempat, Basri Bako mengungkapkan masyarakat sangat menginginkan kedatangan Dr Eddy Berutu. Pasalnya, ketika jembatan terputus, Dr Eddy Berutu terus memberikan perhatiannya.

"Masyarakat sudah melihat perhatian bapak ini sejak jembatan terputus. Selain itu, kami sudah baca profilnya. Ini kan antusias masyarakat luar biasa untuk Pak Eddy,,"ujarnya.

Menanggapi hal ini, Dr Eddy Berutu mengaku sangat berterima kasih. Seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi program prioritas.

"Infrastruktur jalan saya jamini jadi prioritas. Karena sangat buruk semacam belum merdeka,"ujar pengusaha internasional di bidang keuangan ini.

"Guru harus lengkap d setiap desa. Krn membekali kecerdesan untuk kita. Pendidikan Paud, semua akan baik jika dimulai dari dasar, lihat kepompong menjadi kupu-kupu. Proses dari awal,"ujarnya.

Kunjungan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat yang didominasi oleh kaum ibu-ibu dan anak muda. Masyarakat tampak semangat ketika menyerukan "Dairi Unggul". Dr Eddy Berutu juga menyempatkan memberikan perangkat olahraga voli untuk aktifitas anak muda di sana. (tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help