TribunMedan/

SISWA TENGGELAM DI DANAU TOBA: Tubuh Rivaldo Ditemukan, Guru dan Siswa Syok

Tubuh Rivaldo Sembiring (14), korban tenggelam di perairan Danau Toba ditemukan dalam kondisi tak bernyawa lagi

SISWA TENGGELAM DI DANAU TOBA: Tubuh Rivaldo Ditemukan, Guru dan Siswa Syok
ist
Tim Basarnas saat melakukan pencarian tubuh Rivaldo Sembiring, korban tenggelam di perairan Danau Toba 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Tubuh Rivaldo Sembiring (14), korban tenggelam di perairan Danau Toba ditemukan dalam kondisi tak bernyawa lagi oleh tim Basarnas Parapat, Senin (10/10), pagi.

Korban tenggelam sekitar 15 jam lamanya di perairan Danau Toba.

Rivaldo merupakan siswa kelas III SMP Negeri 1 Kutabuluh, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

Baca: HEBOH! Pasangan Kekasih di Binjai Gugurkan Kandungan, Minum 10 Butir Pil

Baca: Sekitar 40 Siswa SMPN 28 Kesurupan, Paranormal Turun Tangan dan Lakukan Hal Ini

Sebelumnya, Rivaldo bersama 30 temannya, mengikuti study tour dari Yayasan Nikson Silalahi Parongil. Study Tour ini merupakan program yayasan untuk mengaplikasikan kecakapan dalam berbahasa Inggris, dengan turis manca negara.

Jenazah Rivaldo, korban tenggelam di kamar jenazah RSUD dr.Hadrianus Sinaga Pangururan Samosir, Senin (9/10/2017). (HO)
Jenazah Rivaldo, korban tenggelam di kamar jenazah RSUD dr.Hadrianus Sinaga Pangururan Samosir, Senin (9/10/2017). (HO) (handover)

Dalam kegiatan study tour ini, ada empat guru pendamping mengawasi siswa. Jhoni Sitorus, satu dari tiga guru pendamping masih terpukul dengan musibah ini. Ia bersama siswa lainnya dalam perjalanan menuju rumah duka.

"Ini kami sedang di bus. Kami betul-betul syok dan sedih. Bahkan, ada guru pendamping yang saat ini harus dirawat di rumah sakit karena terkejut,"ujarnya via seluler, Senin (9/10/2017).

Sebenarnya ada 50 siswa dalam naungan yayasan, hanya 30 yang dinyatakan lulus seleksi untuk mengikuti ini. Kegiatan ini baru yang kedua kalinya dilakukan oleh yayasan.

"Kita mengunjungi tuk-tuk, tomok, dan pangururan. Sebanarnya hari minggu kami sudah pulang,"katanya.

Ia mengatakan Rivaldo merupakan anak yang pendiam, tapi enak diajak berbicara. Saat berangkat menuju Samosir, Jhoni Sitorus sempat satu mobil dengan Rivaldo. Ia mengatakan Rivaldo hanya sibuk bermain handphone selama perjalanan.

"Jadi tanda-tanda itu tak begitu tampak. pada hari perjalanan, karena saya satu perjalanan dengan dia, dia asyik dengan hape,"ujarnya.

Sedikit memberi tahu, Yayasan Nikson Silalahi merupakan milik seorang pengusaha yang berasal dari Desa Parongil, yakni Nikson Silalahi. Yayasan ini memiliki program rumah pintar, bibit pohon, dan pemberian dana bagi keluarga berduka. Untuk program rumah pintar telah berjalan selama tiga tahun.
Yayasan ini membina siswa di tiga kecamatan yakni Silahisabungan, Tanah Pinem, dan Silimapungga-pungga.

"Rumah pintar menyediakan perpustakaan dan bahasa inggris gratis,"ujarnya.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help