Korupsi KTP Elektronik

KPK akan Panggil Ulang Setya Novanto ke Persidangan

Setya Novanto seharusnya menjadi saksi pada hari Senin (9/10/2017) untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong

KPK akan Panggil Ulang Setya Novanto ke Persidangan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR Setya Novanto. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali memanggil Ketua DPR Setya Novanto sebagai saksi di persidangan perkara kasus dugaan korupsi KTP-Elektronik (KTP-e) untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Jaksa akan memanggil lagi Setya Novanto sebagai saksi di sidang," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menangani perkara itu, Irene Putri, di Jakarta, Senin.

Setya Novanto seharusnya menjadi saksi pada hari Senin (9/10/2017) untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar AS dan Rp1 miliar dalam proyek pengadaan KTP-e yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun.

Baca: Real Madrid Merosot di La Liga, Tertinggal 7 Poin dari Barca, Tapi Favorit di Liga Champions

Baca: Lagi, Setya Novanto Mangkir dari Panggilan KPK, Dianggap Menghina

Namun Novanto tidak hadir dengan dalih melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Saksi lain yang juga tidak hadir ialah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dengan dalih harus menghadiri "acara kenegaraan".

"Sidang selanjutnya akan kami panggil lagi," jawab Irene saat ditanya waktu pemanggilan Novanto selanjutnya.

Pada sidang hari Senin dihadirkan lima orang saksi yaitu mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi; pensiunan Konsorsium PT Astragraphia, Yusuf Darwin Salim; Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, yang saat pengadaan KTP-e berlangsung menjabat Kepala Biro Hukum Kemendagri; Pegawai LKPP, Direktur Penanganan Permasalahan Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Setya Budi Arijanta; serta staf Pusat Teknologi dan Infomrasi Kementerian Luar Negeri yang saat pengadaan KTP-E merupakan staf di Lembaga Sandi Negara, Kristian Ibrahim Moekmin.

Dalam surat tuntutan dua terdakwa KTP-E yaitu Irman dan Sugiharto, JPU KPK dengan jelas mencantumkan nama Setya Novanto dalam prosess penganggaran dan pengadaan KTP-e.

Surat tuntutan menyebutkan bahwa Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku direktur PT Cahaya Wijaya Kusuma menawarkan pertemuan kepada Irman dan Sugiharto: 'Kalau berkenan Pak Irman nanti bersama Pak Giarto akan saya pertemukan dengan Setya Novanto'; lalu terdakwa I bertanya: 'Buat apa?'; dijawab oleh Andi Agustinus: 'Masak nggak tahu, Pak Irman? Ini kunci anggaran, ini bukan di Ketua Komisi II, kuncinya di Setya Novanto'; dibalas oleh Terdakwa I: 'Oh..begitu'.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved