TribunMedan/

SIDAK DI SIANTAR: Dinas Kesehatan Cari Obat PCC dan Kedaluwarsa

Dinkes memeriksa setiap penempatan obat yang berada di etalase, memberi rekomendasi, agar obatnya ditata rapi,

SIDAK DI SIANTAR: Dinas Kesehatan Cari Obat PCC dan Kedaluwarsa
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait peredaran obat ilegal dan kedaluwarsa. Petugas Dinkes menyidak ke dua toko obat berizin di Jalan Bandung dan Jalan Cipto, Selasa (10/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait peredaran obat ilegal dan kadaluarsa. Petugas Dinkes melakukan pemeriksaan di dua toko obat berizin di Jalan Bandung dan Jalan Cipto, Selasa (10/10/2017).

Kepala Dinas Kesehatan, dr.Ronal Saragih tutun langsung didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Urat Simanjuntak dengan menyasar dua toko di Jalan Bandung dan Jalan Cipto.

Dinkes menyoroti tidak adanya plank nama yang dipajang pemilik toko. Petugas Dinkes kemudian memeriksa satu per satu izin dan masa edar obat-obatan di etalase toko obat. Saat diperiksa ditemukan dua jenis obat merk Zhen Huang Wan, namun yang satu memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan satunya tidak memiliki logo izin edar.

"Obat ini jelas membingungkan konsumen. Meski satu merk, nyatanya obat ini satu miliki logo izin edar dan satunya lagi tidak memiliki logo izin edar. Sebaiknya, ibu (pemilik toko) hanya memajang obat yang telah ada izin edarnya dari BPOM. Ini harus ditarik, jangan dipajang lagi. Kalau pemasoknya datang, obat ini harus dikembalikan," ujar dr.Ronal ke pemilik toko.

Baca: Soal Reklamasi, Simak Pernyataan Blak-blakan nan Menohok Amien Rais

Baca: ANEH! Hawa Panas Keluar dari Lantai, Dinas ESDM Bongkar Rumah Hutagaol, Ini yang Dilakukan

Di lokasi petugas Dinkes memeriksa setiap penempatan obat yang berada di etalase. Dengan memberi rekomendasi, agar obatnya ditata rapi, juga ruangannya juga bersih.

"Penempatan obatnya harus rapi, dan ruangan juga bersih. Ibu juga harus rekrut anggota untuk membantu ibu menjual obat-obatan ini. Ini kita lihat kurang, mohon diperhatikan," ucap Urat Simanjuntak yang langsung diamini Lie Tjhai Foeng pemilik toko obat di Jalan Bandung.

Dinkes kemudian menuju toko obat Maju yang ada di Jalan Cipto dekat kafe Kopi Kok Tong.
Disana, Dinkes juga kembali memeriksa secara teliti etalase penempatan obat. Meski tidak menemukan obat-obatan ilegal, toko obat ini juga menjual obat yang belum ada izin edar dari BPOM. Selain obat, produk makanan juga dijual tanpa adanya izin edar. Seperti buah kurma yang dibungkus dalam plastik.

"Tolong buah kurma yang dijual ini harus ada izin edarnya juga.Kemudian, obat rajangan yang hendak dijual harus terlebih dahulu memiliki Izin Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT)," tegas Urat.

Terkait temuan di toko obat yang ilegal dan kadaluarsa saat Dinkes melakukan sidak, dr Ronal mengaku tidak dilakukan penyitaan. Dinkes terlebih dahulu melakukan pembinaan kepada pengusaha obat.

Dikatakan dr.Ronal, sidak ini merupakan program pemerintah secara Nasional pada tanggal 3 Oktober lalu di Cibubur yang mana Pencanangan pemberantasan obat-obatan ilegal. Kemudian, untuk Provinsi pada tanggal 4 Oktober di Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan dihadiri kepolisian,BNN,Dinas Kesehatan, Disperindag dan dinas lainnya.

"Obat ilegal belum ada kita temukan hari ini, untuk Pil PCC juga belum ada sesuai dengan hasil sidak beberapa waktu lalu. Kita akan laksanakan secara rutin pemeriksaan kepada apotek dan toko obat.Tapi secara tegas kita sudah larang mereka,untuk tidak menjual barang yang belum memiliki izin edar," pungkas Ronal.(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help