TribunMedan/
Home »

Taput

Bandara Silangit

Bupati Taput: Perjuangkan Bandara Silangit, Gebrak Meja Dirut Garuda hingga Bisiki Presiden Jokowi

Pembangunan pada tahun 1995 ditambah landasan pacu dari sepanjang 900 meter menjadi 2250 meter.

Bupati Taput: Perjuangkan Bandara Silangit, Gebrak Meja Dirut Garuda hingga Bisiki  Presiden Jokowi
Tribun medan/Arjuna Bakkara
Bandara Internasional Silangit 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPANULI UTARA- "Waktu Karnaval Danau Toba saya temui Presiden Jokowi di Ruang VIV. Saya cerita sedikit waktu di Jakarta, termasuk waktu menjadi tim suksesnya dan segala macamnya. Setelah susana mencair, kemudian saya bisikkan kepada Presiden, kalau bisa terbanglah pesawat setiap hari dari Silangit ke Jakarta," ujar Bupati Taput, Nikson Nababan, menceritakan ketika ditemui di Rumah Dinasnya, Jalan Ahmad Yani, Tarutung pada Kamis, 5 Oktober 2017 lalu.

Untuk membahas persiapan Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional, beberapa tantangan harus ia lalu. Mulai dari menggebrak meja dirut Garuda, melobi DPR RI, meratakan bukit dengan mengerahkan ekskavator/beckhoe punya pemkab dan pinjaman dari pengusaha dalam dua pekan hingga membisikkan ke Presiden Joko Widodo.

Baca: PSMS Medan Lolos Perempat Final, Siapa Lawan Tim Kinantan Berikutnya?

Baca: PSMS Medan Lolos ke Babak 8 Besar, Begini Awal Gol Gusti Sandria, Penentu Kemenangan

Baca: Silangit Siap Diresmikan Jadi Bandara Internasional, Ini yang Kurang

Dia menjelaskan, Bandara Silangit memang telah dibangun pada masa penjajahan Jepang dan dilanjutkan kembali pada tahun 1995. Pembangunan pada tahun 1995 ditambah landasan pacu dari sepanjang 900 meter menjadi 2.250 meter.

Bupati Taput Nikson Nababan
Bupati Taput Nikson Nababan (Tribun medan/Arjuna Bakkara)

Kemudian beroperasi pada 9 Maret 2005 dan diresmikan sebagai penerbangan sipil oleh Presiden RI. Selanjutnya, Dirjen Perhubungan Udara RI memberikan peralihan kewenangan kepada PT Angkasa Pura (AP) II.

Pada awal kepemimpinan Nikson, agar Bandara ini menjadi pusat perhatian. Upaya mempertahankan keberadaan bandara ini pun membuahkan hasil, karena Bandara Silangit tetap ditangani oleh AP II yang diikuti dengan penandatanganan kesepakatan (MoU) antara Pemkab Taput dengan AP II pada 15 Februari 2015 di Jakarta.

Kata Nikson, dalam perjanjian kerja sama ini, Pemkab Taput menyerahkan lahan 136 hektare untuk pengembangan Bandara Silangit. AP II pun mengucurkan dana untuk pengembangan agar pesawat dapat didarati pesawat ATR dan Bombardir.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help