TribunMedan/
Home »

Bisnis

» Mikro

Pelaku UKM Keberatan dengan Rencana Pemberlakuan Pajak Jual Beli Online

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tengah menyusun aturan mengenai pajak untuk bisnis jual beli online (e-commerce).

Pelaku UKM Keberatan dengan Rencana Pemberlakuan Pajak Jual Beli Online
Shutterstock
Selamat datang di bisnis e-commerce! 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Akbar

TRIBUN-MEDAN.COM - MEDAN - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tengah menyusun aturan mengenai pajak untuk bisnis jual beli online (e-commerce).

Aturan tersebut akan terbit dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Hal tersebut ternyata membuat para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang turut serta melakukan jual beli di dunia maya.

Baca: Auto2000 akan Buka Cabang di Tiga Daerah Ini, Awal Tahun Depan Beroperasi

Baca: HEBOH! Muncikari Medan Jual Wanita Belia via Handphone, 4 Hotel Ini Jadi Pilihan Kencan

Seperti yang dikatakan Kepala Divisi Teknologi dan Pemasaran Cikal USU, Lagut Sutandra. Ia mengatakan, pihaknya sudah mengetahui rencana dari Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang akan membuat aturan pajak untuk pelaku bisnis jual beli online.

"Menurut saya, aturan yang bakal diberlakukan ini akan membuat pelaku UKM ketakutan. Karena mereka akan dikenakan pajak setiap transaksi penjualan yang mereka lakukan di dunia maya,"katanya, Rabu (11/10/2017).

Ia mengatakan seharusnya DJP memikirkan untuk penetapan pajak e-commerce kepada pelaku UKM.

"Apakah nantinya pajak yang mereka kenakan berdampak kepada negara atau tidak. Kira-kira apa yang diberikan pemerintah kepada pelaku UKM apabila mereka sudah dikenakan pajak?"ujarnya.

Ditanya berapa pelaku UKM yang merasa keberatan dengan aturan mengenai pajak untuk bisnis jual beli online yang akan ditetapkan DJP dalam waktu dekat, Lagut Sutandra mengatakan ada 240 UKM yang bernaung di Cikal USU.

"40 persennya melakukan jual beli online dan mereka keberatan dengan aturan yang akan dibuat DJP mengenai para pelaku e-commerce dikenakan Pajak Penghasilan (PPh),"katanya.(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help