TribunMedan/

CEGAH Radikalisme, Perguruan Tinggi Gelar Aksi Ini di Hari Sumpah Pemuda

Civitas akademika kampus akan hadir, begitu juga Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan

CEGAH Radikalisme, Perguruan Tinggi Gelar Aksi Ini di Hari Sumpah Pemuda
tribun medan/royandi hutasoit
Ratusan Rektor Perguruan Tinggi Swasta berfoto bersama saat melakukan rapat acara Aksi Kebangsaan di Aula Kopertis Wilayah I Medan, Sumut, Kamis (13/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 yang akan datang, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Sumatera Utara akan mengelar acara aksi kebangsaan dan kuliah akbar di Lapangan Teladan, Kota Medan.

Dalam acara ini direncanakan lima puluh ribu civitas akademika kampus akan hadir, begitu juga Gubernur sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi dan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Hukum dan Ham, Yasonna Laoly.

"Gubernur Sumatera Utara dan Mentri akan menjadi pembicara dalam kuliah akbar itu,"ujar Ketua steering committee acara, Prof. Dr . Ir . Mhd. Asaad, M.Si saat mengikuti rapat persiapan acara bersama ratusan rektor perguruan tinggi swasta di Aula Kopertis Wilayah I Sumut, Kamis (12/10/2017).

Baca: Menegangkan, Video Kejar-kejaran Sopir Honda Brio Pelaku Tabrak Lari dan Pengendara Motor

Baca: Keren, Robot Seberat 80 Ton Dapat Menari Seperti Burung

Pria yang juga menjabat sebagai Rektor UISU ini menyampaikan dengan acara ini mereka berharap para civitas akademik kampus di Sumatera Utara lebih memahami apa itu Pancasila dan makna Kebhinnekaan.

"Acara ini bertujuan untuk melawan radikalisme di kampus. Harapan kami dengan adanya acara ini mahasiswa yang ada di Sumatera Utara lebih memahami Pancasila dan Kebhinekaan, serta mengamalkannya dalam kehidupan, terutama di dalam kampus," ujarnya.

Prof.Dr. Ir. Mhd.Assad, M.Si mengutarakan bahwa acara ini sangat penting dilaksanakan perguruan tinggi karena perguran tinggi harus memiliki sikap terhadap pihak-pihak yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ingin merubah Dasar Negara.

Ketua Organizing Committee (OC) Nicodemus Sitanggang mengatakan 28 Oktober 2017 nanti adalah bukti apakah perguruan tinggi tersebut memilih setia pada Pancasila, setia pada NKRI, menjunjung Kebhinekaan, Melawan Radikalisme dan Menghargai Toleransi

"28 Oktober sejarah akan mencatat mana yang setia dan bergerak, mana yang ragu ragu berpihak. Akan terlihat jelas Perguruan Tinggi yang menolak radikalisme dan yang Memberi Tempat bagi Radikalisme," ujarnya.(ryd)

Penulis: Royandi Hutasoit
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help