TribunMedan/

Cerita Pratikno soal Keteguhan Hati Jokowi Hadir Bersama Rakyat di Daerah, Jokowi:Ya Mati Rapopo Toh

Blusukan menjadi ciri khas Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama tiga tahun menjadi orang nomor satu di Republik Indonesia.

Cerita Pratikno soal Keteguhan Hati Jokowi Hadir Bersama Rakyat di Daerah, Jokowi:Ya Mati Rapopo Toh
kolase Tribun Medan

Pangdam Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Cucu Sumantri mengutarakan dalam pengamanan ini mereka menyiapkan pasukan 1750 personel. "Pasukan ditempatkan di daerah-daerah yang dikunjungi. Banyaknya pasukan disesuaikan dengan lokasi yang dikunjungi," ujarnya.

Sesuai prosedur pengamanan, Mayor Jenderal TNI Cucu Sumantri mengutarakan, bahwa mereka akan menempatkan penembak jitu dari TNI dan Polisi.

"Pengamanan ada kami siapkan Sniper dari Brimob dan TNI," ujarnya.

Mayor Jenderal TNI Cucu Sumantri saat memberikan sambutan kepada pasukannya meminta segenap pasukan kompak dan solid saat menjalankan tugas pengamanan kepada Presiden Jokowi. "Mari kita buktikan kalau Polisi dan TNI Solid," ujarnya

Sementara Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengutarakan supaya segenap pasukan yang bertugas supaya fokus dan lebih teliti dalam menjalankan tugasnya.

"Semua aturan yang sudah ada, harus ditaati demi kelacaran tugas pengamanan presiden saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara," ujarnya. BACA BERITA SEBELUMNYA: http://medan.tribunnews.com/2017/10/12/presiden-jokowi-ke-sumut-di-mana-penembak-jitu-brimob-dan-tni-ditempatkan-ini-persiapannya

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi melalui surat nomor 360/9482/2017 tertanggal 4 Oktober 2017, mengimbau Bupati Karo Terkelin Brahmana agar segera mempercepat penanganan pengungsi ini.

Satu di antara sembilan poin yang disampaikan Pemprov Sumut adalah pengosongan sejumlah posko pengungsian yang ada di Kabupaten Karo.

"Bahkan kami beri deadline waktu agar pada Oktober ini pos-pos pengungsi itu sudah kosong," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis di kompleks Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Kamis (5/10/2017).

Riadil mengatakan, data terakhir yang diterima pihaknya menyebutkan saat ini terdapat 2.117 Kepala Keluarga (KK) pengungsi yang masih ditampung di enam atau tujuh posko pengungsian.

Mereka akan diberi uang tunai untuk mencari rumah dan lahan pertanian sendiri sembari menunggu tuntasnya pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.

Di samping itu, beberapa di antara mereka juga akan dipindah ke hunian sementara yang telah tuntas dibangun sebanyak 348 unit.

"Jadi nanti mereka diberi uang untuk sewa lahan dan sewa rumah. Jadi modelnya seperti relokasi mandiri, terserah mereka nanti mau cari kemana. Kita kasih uang Rp 110 juta, sebagian untuk cari rumah dan sisanya lahan pertanian sampai nanti pembangunan hunian sementara dan hunian tetap mereka selesai," kata Riadil.

Riadil menambahkan, pemerintah daerah bersama unsur FKPD di Sumut akan memfasilitasi pemindahan para pengungsi ini.

"Nanti kita akan bersama. Kami juga usulkan nanti mereka pindahnya dibantu menggunakan kendaraan dari pihak TNI, Polri, Pemprov Sumut serta kabupaten dan kota lain. Jadi sama-sama semuanya membantu," katanya.

Akan Kembali Tanggal 28 Oktober 2017

Sebelumnya, peresmian Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional direncanakan bersamaan dengan peresmian pengoperasian Jalan Tol Kualanamu dari Pintu Gerbang Kualanamu Deliserdang hingga Pintu Gerbang Sei Rampah, Serdangbedagai.

Namun hal itu kemungkinan ditunda persemiannya, hingga direncanakan pada 28 Oktober 2017 mendatang.

Peresmian itu nantinya adalah awal penerbangan ke luar negeri dari Bandara Silangit. Penerbangan itu pun akan secara rutin setiap harinya.

Kepala Bandara Silangit Hotasi Manalu mengatakan, beberapa perusahaan penerbangan telah menyiapkan penerbangan rute Silangit-Singapore pulang pergi.

"Perusahaan penerbangan, kemudian BODT, Kemenhub telah mempersiapkan penerbangan pada tanggal 28 Oktober nanti. Itu akan berkelanjutan," ujarnya saat ditemui di Bandara Silangit, Siborongborong Tapanuli Utara, Rabu (11/10/2017).

Katanya, penerbangan akan dijadwalkan tiga kali seminggu, yakni Selasa-Kamis dan Sabtu. Penerbangan tersebut bersifat komersial, namun basis penerbangannya masih sistem charter.

Nantinya penerbangan masih melayani rute Singapore-Silangit dengan membawa penumpang 98 orang. Selanjutnya, pergi mengantar penumpang kembali ke Singapore.

"Tetapi, menjemput penumpang dari Singapore. Dari Silangit ke Singapore, memang kosong. Hal bertujuan untuk menarik wisatawan agar semakin banyak yang berkunjung ke Danau Toba, jadi kita tidak membawa penumpang ke sana, kecuali mengantarnya nanti setelah mereka tiga hari di Danau Toba," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk maskapai yang digunakan dalam rute internasional nantinya adalah pesawat Garuda Indonesia jenis bombardier.

Diharapkannya, Januari 2018 penerbangan tersebut sudah dapat berubah menjadi penerbangan reguler.

Menurutnya, segala fasilitas yang dimiliki Bandara Silangit sudah lengkap serta memenuhi ketentuan bandara internasional.

Namun, ia menilai perlu ada penambahan petugas dari 75 orang dinaikkan menjadi 150 orang untuk berbagai departemen.

"Ketersediaan petugas masih kurang. Contohnya security. Kan enggak mungkin yang shift pagi-sore mereka lagi yang malam. Jadi harus ditambah," ungkapnya. BACA BERITA SEBELUMNYA:http://medan.tribunnews.com/2017/10/10/news-video-kondisi-bandara-silangit-jelang-kedatangan-presiden-jokowi

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help