TribunMedan/

Forum Kerja Sama Gereja di Lingkar Kaldera Toba, Siapkan Jemaat Ramah Wisata

Upaya membangun mental jemaat untuk berpartisipasi sebagai masyarakat ekonomi dan ramah pariwisata

Forum Kerja Sama Gereja di Lingkar Kaldera Toba, Siapkan Jemaat Ramah Wisata
Forum kerja sama gereja gereja pariwista kawasan geopark Kaldera Toba (tribun medan/dedy kurniawan) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sejumlah gereja yang berada di daerah lingkar Kawasan Strategi Nasional Danau Toba menggelar forum 'kerja sama gereja-gereja pariwisata' kawasan geopark kaldera Toba di Siantar, Jumat (13/10/2017)

Dalam forum pertemuan ini petinggi dari gereja HKBP, GKPI, HKI, GBI, GKPA, Katolik, Gereja Methodist, GBKP, GKPS, GKPPD membahas tujuan setiap gereja-gereja untuk pelaksanaan pelayanan strategis mendukung destinasi wisata Danau Toba. Hadir pendeta dan para pengurus gereja-gereja memberikan masukan pemikiran terkait pelayanan masing-masing gereja.

Ketua Pelaksana Pelayanan Strategis HKBP, Sumihar Petrus Tambunan mengatakan, bahwa pertemuan diharapkan sebagai upaya membangun mental jemaat untuk berpartisipasi sebagai masyarakat ekonomi dan ramah pariwisata. Forum ini juga bagian dari program pemerintah.

Baca: Festival Kopi di USU, Asyiknya Minum Kopi Sepuasnya, Bayar Seikhlasnya

Baca: Kualat! Mencuri di Masjid, Awalnya Pura-pura Salat, Pria Ini Babak Belur

"Lewat forum ini jemaat akan kita bangun mentalnya untuk menjadi masyarakat yang betul-betul sebagai pelayanan ummat. Kita menghimpun supaya masyarakat berperan aktif. Kan gereja masih disegani, jadi gereja menjadi media menyampaikan program kebijakan kepada jemaatnya," katanya.

Lanjut dijelaskannya, gereja sebagai media nantinya diharapkan sebagai kontrol sosial dan pembentuk karakter jemaatnya yang terlibat dalam destinasi wisata.

"Misalnya ada jemaat yang suka jualan harga terlalu tinggi dari modal kita akan beri imbauan. Jemaat kita juga akan kita arahkan menjadi ramah saat menjadi guide wisata," pungkasnya.

Direktur Pemasaran BODT Basar Simanjuntak, didampingi Debi mewakili Dinas Pariwisata Propinsi Sumut, menyampaikan pengembangan pariwisata dapat maksimal harus dibarengi dari diri masyarakat setempat serta kaum jemaat gereja dalam penataan prasarana, sarana, termasuk desa dan tepi danau, termasuk taman bumi Kaldera Toba yang akan di nikmati industri turisme dengan target satu juta wisatawan mancanegara, dan lima juta turis Nusantara yang akan meningkatkan perputaran ekonomi Rp 20-30 triliun per tahun nya .

"Tujuan pertemuan untuk membangun wadah bersama lintas gereja di dalam tri tugas panggilan ditengah tengah masyarakat sehingga dari percakapan ini didapatkan informasi terbaru periode pembangunan tahun 2017, dan rencana pembangunan pada tahun 2018," ujar Basar Simanjuntak.

"Diharapkan mampu mengoordinasikan sumber daya gereja, sumber daya manusia, serta memberdayakan potensi gereja untuk mendukung pembangunan pariwisata yang bermanfaat bagi kesejahteraan jemaat dan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu beberapa pimpinan gereja menyampaikan agar Pemerintah melakukan Pembangunan gapura-gapura di bandara Silangit oleh PT Inalum, Pembangunan gapura di pintu Masuk Kabupaten Karo oleh rumah sakit Haji Adam Malik, Pemerintah harus melakukan pemasangan rambu-rambu menuju geosite oleh Dinas Perhubungan. (dyk)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help