TribunMedan/
Home »

Sumut

Penyidikan Kasus Korupsi Mantan Bupati Nias, Jaksa Bilang Berkas Lengkap

Sebab sebagian saksi sudah meninggal. Karenanya, pelimpahan berkas dibarengi dengan panyerahan tersangka kepada jaksa.

Penyidikan Kasus Korupsi Mantan Bupati Nias, Jaksa Bilang Berkas Lengkap
ist
ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM - Berkas perkara dugaan korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Nias, Sumatera Utara kepada PT Riau Airlines senilai Rp 6 miliar pada 2007 dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. 

 Kasus yang melibatkan mantan Bupati Nias Binahati Benedictus Baeha akhirnya dilimpahkan setelah 10 tahun terkendala saksi dan petunjuk. Sebab sebagian saksi sudah meninggal. Karenanya, pelimpahan berkas dibarengi dengan panyerahan tersangka kepada jaksa. 

Baca: Anies Segera Pindah ke Rumah Dinas Gubernur DKI, Ingin Lebih Dekat dengan Rakyat

"Tetapi karena jaksa bilang sudah lengkap (P 21), tersangka kami serahkan," ujar Wakil Kepala Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, Kompol Emanueli Harefa di Mapolres Nias, Jumat (13/10/2017).

Emanueli mengungkapkan, meski penyidik telah memeriksa 38 saksi termasuk saksi ahli sebanyak 6 orang, belum ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

"Tersangka masih mantan Bupati Nias, Binahati Benedictus Baeha," tuturnya. 

Baca: Presiden Jokowi ke Sumut, di Mana Penembak Jitu Brimob dan TNI Ditempatkan? Ini Persiapannya

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Yus Iman Harefa menuturkan, sejauh ini dari hasil pemeriksaan mantan Bupati Nias Binahati Benedictus Baeha, membantah melakukan tindak pidana korupsi.

Namun pihaknya tetap menahan mantan bupati Nias tersebut selama 20 hari ke depan untuk segera dilimpahkan kasusnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Mantan bupati Nias tersebut dijerat pasal 2, pasal 3, junto pasal 18, junto pasal 55 KUHPidana dengan ancaman 20 tahun penjara.(*)

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help