TribunMedan/

Laporan on The Spot

WOW! Kapal Royal Albatross Gunakan Kayu Berusia 100 Tahun

Belasan peserta tour disambut Director of Marketing And Communications, Kapal Royal Albatross, Murni Mastan di Well Deck kapal.

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUN-MEDAN.COM, SINGAPURA – Hari kedua tour SilkAir Indonesia Media Fam Trip With Resort World Sentosa Singapura berkunjung ke Kapal Royal Albatross yang bersandar di seputaran S.E.A Aquarium. Begitu memasuki kapal, belasan peserta tour tercengang melihat kemewahan kapal.

Belasan peserta tour disambut Director of Marketing And Communications, Kapal Royal Albatross, Murni Mastan di Well Deck kapal.

Sebelum masuk ke dalam kapal para perserta tour membuka sepatu maupun sandal terlebih dahulu. 

Baca: Indahnya Resort World Sentosa, Singapura dari Atas Kapal Royal Albatross

Begitu masuk ke bagian Well Deck, terlihat meja mini bar di sebelah kiri yang berhadapan dengan beberapa sofa berwarna merah. Bahkan, seluruh dinding, serta ornamen dalam kapal masih gunakan kayu. Belakangan diketahui kayu tersebut sudah berumur ratusan tahun.

“Kayu ini kami peroleh dari Langkawi Malaysia, dahulu kayu ini bekas jembatan di sana. Jadi, kami beli untuk melakukan renovasi kapal,” ujar Murni kepada peserta tour di dalam kapal.

Murni menceritakan, seluruh area dalam kapal menggunakan kayu jenis Kempas, mulai dari dalam kamar hingga bagian atas. Setiap dua pekan sekali, 12 kru kapal melakukan perawatan rutin seluruh bagian kapal maupun kayu di dalam kapal.

Baca: Serunya Keliling Kawasan Heritage Singapura Naik Vespa Antik

“Walaupun kayu ini sudah berumur ratusan tahun, namun masih kuat karena dilakukan perawatan rutin setiap dua minggu sekali,” katanya.

Setelah itu, ia kemudian membawa peserta tour untuk turun ke bagian cabins yang berada di lantai paling dasar. Ada tiga kamar di dalam cabins, paling ujung merupakan kamar dari owner, sedangkan dua lagi merupakan kamar kru kapal.

Tidak hanya itu, seluruh dinding di dalam kamar juga menggunakan kayu kempas, dan lantai kamar gunakan karpen bulu warna putih. Kamar semakin berkesan mewah karena gunakan pencahayaan lampu berwarna merah, dan putih.

Sedangkan dinding kamar mandi berwarna merah yang berpadu dengan kayu  di setiap sudut dan lantai dasar. Kamar mandi dilengkapi berbagai perlaratan layaknya hotel berbintang seperti closet dan shower, serta tempat cuci wajah.

Sebelumnya, kapal hanya melayani pemesanan untuk perusahaan. Tapi sejak setahun lalu dibuka untuk umum karena animo pengunjung yang ingin menikmati senja dari atas kapal cukup tinggi.

"Kapal berasal dari Chicago yang dibeli Singapura. Kemudian direnovasi, gunakan kayu kampas berasal dari jembatan berumur ratusan tahun. Setiap Selasa 12 kru rutin melakukan perawatan," ungkapnya.(*)

Penulis: Jefri Susetio
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help