TribunMedan/

Ini Program PNM Mekaar yang Digadang Menteri Rini Soemarno

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, program PNM Mekaar ini dari pemerintah, agar masyarakat bisa menjadi bagian dari perbankan.

Ini Program PNM Mekaar yang Digadang Menteri Rini Soemarno
Tribun Medan/Ryan
Menteri BUMN, Rini Soemarno (kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, program PNM Mekaar ini dari pemerintah, agar masyarakat bisa menjadi bagian dari perbankan.

Program ini, juga bagian dari nawacita Presiden, yang dikhususkan untuk masyarakat yang ingin berusaha dan maju dalam berusaha.

Sejauh ini, nasabah dari PNM Mekaar sudah mencapai 1,450 juta orang. Pihaknta pun menargetkan hingga akhir tahun 2017, nasabah PNM Mekaar bisa mencapai 2 juta orang.

Terkhusus untuk Sumatera Utara, nasabah sudah mencapai 83 ribu orang di seluruh Sumut. Bahkan, disampaikan Rini, akhir tagun 2108, pihaknya menargetkan 4 juta nasabah.

Baca: Berkunjung ke Rumah Warga di Jalan Bromo, Menteri Rini Soemarno Duduk Lesehan di Tikar

Pada kesempatan itu, Rini sempat masuk ke rumah seorang warga dan langsung duduk di lesehan yang beralaskan tikar. Rini pun menyampaikan serta mengedukasi para warga dengan produk kredit usaha yang dimiliki PNM.

"Ini seperti kredit usaha rakyat, sejak awal November 2015. Banyak masyarakat yang ingin melakukan aktivitas, tapi belum bisa melakukan pembiayaan, PNM membuat produk Mekaar, spesifik untuk ibu-ibu yang dapat pinjaman mulai Rp 500 sampai Rp 3 juta," ujar Rini.

Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM), Parmanata Atmaja mengatakan, sejauh ini PNM Mekaar sudah hadir di 29 provinsi dengan 1071 kantor cabang yang beroperasi.
Saat ini, hanya ada tiga provinsi yang belum masuk, dan sedang dalam proses untuk dimasuki, yakni Kepulauan Riau, Bengkulu dan Babel.

Baca: Dukung Inklusi Keuangan, BNI Syariah Ajak Siswa Menabung Sejak Dini

Halaman
12
Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help