Uang Senilai Rp 6 Miliar Milik BRI Putri Hijau Dibobol Pegawai Sendiri, Ini Kronologinya

Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Putri Hijau akhirnya membeberkan kronologis hilangnya uang mereka sebanyak Rp 6 Miliar

Uang Senilai Rp 6 Miliar Milik BRI Putri Hijau Dibobol Pegawai Sendiri, Ini Kronologinya
Ilustrasi 

Laporan Wartawa Tribun Medan / Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Putri Hijau akhirnya membeberkan kronologis hilangnya uang mereka sebanyak Rp 6 Miliar yang dibawa lari dua petugas Tambahan Kas Kantor (TKK) kepada wartawan.

Saat berada di lantai 2 Kantor BRI Prioritas yang berada di Jalan Putri Hijau, wartawan disambut tiga petinggi BRI, masing-masing Kepala Cabang BRI Putri Hijau Amal, Kepala Departemen Legal BRI Andi Dwi Loetfianto dan Manager Operasional BRI cabang Putri Hijau Gagah Sinaga.

Diruangan berukuran 4x6 meter tersebut Kacab BRI Putri Hijau menceritakan tentang kejadian tragedi nahas yang mereka alami pascauang kas sebanyak Rp 6 Miliar dibawa kabur petugas TKK.

"Kita memang ada menyuruh kedua TKK yang masing-masing berinisial BNS dan EB (sopir) untuk mengambil kas di Bank Indonesia sebanyak Rp 63 Miliar,"kata orang nomor satu di Kantor Cabang BRI Putri Hijau ini, Selasa (17/10/2017).

Untuk mengambil uang Rp 63 Miliar tersebut, kata pria berkacamata itu, mereka menggunakan mobil kantor Daihatsu Xenia hitam BK 1602 EB.

Kepala Cabang BRI Putri Hijau, Amal (tengah) bersama dengan Manager Operasional BRI Putri Hijau Gagah Sinaga (kanan) dan Kepala Departemen Legal BRI Andi Dwi Loetfianto (kiri) saat melakukan pertemuan dengan wartawan terkait uang mereka yang dibawa kabur petugas TKK sebanyak Rp 6 miliar, Selasa (17/10/2017). (Tribun Medan / Sofyan Akbar)
Kepala Cabang BRI Putri Hijau, Amal (tengah) bersama dengan Manager Operasional BRI Putri Hijau Gagah Sinaga (kanan) dan Kepala Departemen Legal BRI Andi Dwi Loetfianto (kiri) saat melakukan pertemuan dengan wartawan terkait uang mereka yang dibawa kabur petugas TKK sebanyak Rp 6 miliar, Selasa (17/10/2017). (Tribun Medan / Sofyan Akbar) 

Dikatakan Amal, saat petugas TKK sampai di Bank Indonesia (BI) mereka langsung mengambil uang RP 63 Miliar dengan prosedur yang sudah ditetapkan.

Setelah uang tersebut diterima, uang tersebut dibagikan kepada tiga vendor BRI yang sudah meminta tambahan uang untuk disalurkan ke masing-masing ATM BRI yang ada di Kota Medan.

"Tiga petugas vendor itu masing-masing membawa mobil untuk membawa uang yang mereka minta ke BRI Cabang Putri Hijau,"katanya.

Sebelum uang itu dibagikan, BNS dan EB langsung mengambil Rp 6 Miliar dari Rp 63 Miliar yang mereka ambil dari BI.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved