Yusuf Mansyur Dilapor ke Polisi oleh Alumnus IPB karena Investasi Bodong

Dalam laporannya Yuni menceritakan bahwa dirinya menjadi korban dugaan penipuan sejak 2013 lalu.

Yusuf Mansyur Dilapor ke Polisi oleh Alumnus IPB karena Investasi Bodong
Tribun Bogor
Alumnus IPB, Yuni Hastuti melaporkan Yusuf Mansur ke Mapolresta Bogor Kota. 

TRIBUN-MEDAN.com, BOGOR-Yuni Hastuti, alumnus Institut Pertanian Negeri Bogor (IPB) melaporkan dugaan investasi bodong ke Polresta Bogor Kota, Selasa (17/10/2017).

Dalam laporannya Yuni menceritakan bahwa dirinya menjadi korban dugaan penipuan sejak 2013 lalu.

Saat itu Yuni yang masih berstatus sebagai mahasiswi IPB itu ditawari investasi oleh seseorang melalui sebuah brosur.

Dalam brosir tersebut terdapat sebuah website invenstasi.

Karena tergiur dengan keuntungan yang akan didapatkannya Yuni pun ikut serta dalam investasi tersebut setelah dirinya mengecek website website http://yusufmansur.com/pa/ yang ada di dalam brosur.

Bukan hanya itu, menurut Yuni, sosok Yusuf Mansur dan brand investasi yang kuat membuat dirinya yakin terhadap investasi tersebut.

"Iya, karena Yusuf Mansur banyak acara di tv program acara chatting dengannya, jadi brandingnya itu sangat kuat, iya kan otomatis brandingnya kuat. Jadi waktu itu saya masih ngampus di IPB, sekitar pukul 15.00 WIB di depan Bank Mandiri itu ada banner dan yang bagikan brosur tentang investasi itu," katanya usai membuat laporan.

Setelah membuka website investasi tersebut Yuni pun mentransfer uang sebesar Rp 12 juta.

Namun setelah mentranfer uang tersebut Yuni pun tak kunjung menerima hasil dari investasi yang diikutinya.

Ia pun sempat mengirim pesan singkat ke nomer yang tertera di website tersebut.

Namun Yuni pun tak kunjung menerima balasan, sejak saat itu Ia pun curiga terhadap investasi yang diikutinya tersebut.

"Kalau sekarang websitenya sudah enggak ada, sudah ditutup, tapi saya simpan, karena saya sudah mencoba SMS enggak pernah ada balasan dari situ saya curiga," katanya.

Yuni menjelaskan bahwa dari webssite investasi yang diikutinya tersebut tertera bahwa dirinya akan menerima keuntungan 8 persen setiap tahun.

Namun sejak akhir tahun 2013 hingga 2017 ini Yuni pun belum pernah menerima keuntungan tersebut. (*)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved