TribunMedan/

Citizen Reporter

Psikologi Orang Kalah: Kekuasaan Diraih dengan SARA, akan Dipertahankan dengan SARA Pula

Anies Baswedan langsung meluncurkan sentimen bernada rasis, melalui istilah “pribumi”

Psikologi Orang Kalah: Kekuasaan Diraih dengan SARA, akan Dipertahankan dengan SARA Pula
Twitter.com/Tribunnews.com

"Penguasa yang meraih kekuasaannya dengan pedang, akan mempertahankan kekuasaannya itu dengan pedang pula.”

Bagaimana dengan Anies-Sandi, ketika mereka meraih kekuasaannya dengan isu SARA, apakah akan mempertahankan kekuasaannya itu dengan isu SARA pula?

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

BERHASIL di Amerika, sukses di Austria, dicoba di Indonesia.

Begitu dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10/2017), Anies Baswedan langsung meluncurkan sentimen bernada rasis, melalui istilah “pribumi” dalam pidato inagurasinya.

Donald Trump berhasil meraih kursi Presiden AS dengan mengusung tema anti-imigran dan anti-Islam dalam kampanye Pilpres 2016.

Bahkan, taipan itu akan membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko untuk membendung arus imigran, dan melarang muslim dari enam negara memasuki AS.

Sebastian Kurz, yang baru berumur 31 tahun, berhasil menjadi Kanselir Austria termuda setelah Partai Rakyat Austria (OVP) yang dipimpinnya memenangi pemilu parlemen Austria, Minggu (15/10/2017).

Kurz yang konservatif itu adalah sosok yang beraliran keras dalam isu imigrasi dan Islam. Bahkan tahun 2016 saat menjabat Menteri Luar Negeri, Kurz memerintahkan penutupan jalur Balkan yang kerap dipakai imigran memasuki Austria.

Mungkin terinspirasi kampanye Trump dan Kurz, bahkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (43) dan Presiden Perancis Emmanuel Macron (39) yang sama-sama beraliran konservatif, Anies (48) mencoba peruntungan di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help