Jika Tidak Beroperasi, Pasar Modern Marelan Dikhawatirkan Rusak, Ini Buktinya
Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, lantaran lama tidak dioperasikan, pasar modern Marelan dikhawatirkan rusak
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, lantaran lama tidak dioperasikan, kondisi pasar modern Marelan dikhawatirkan akan rusak. Terbukti, atap mulai berbocoran dan lantai keramik berpecahan.
Sebelum dioperasikan, mantan anggota DPRD Medan itu, meminta kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan untuk melakukan renovasi.
Selain akan menjadi tempat transaksi jual beli yang representatif, Pemko meyakini pengoperasian Pasar Modern Marelan ini, dapat meminimalisir terjadinya kemacetan di Jalan Pasar Marelan Raya. Pasalnya, para pedagang menjadikan bahu di sisi kanan dan kiri jalan, menjadi lapak berjualan.
"Untuk itu saya memberi waktu sebulan kepada seluruh OPD terkait segera melakukan persiapan, jelang pengoperasian Pasar Modern Marelan. Kita harapkan, awal Desember ini, pasar tersebut sudah dioperasikan,"katanya Jumat (27/10/2017).
Kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan, Akhyar minta segera mengecek kondisi pasar, Senin (30/10) mendatang.
Baca: Kapendam I/BB Akan Cek Keterlibatan Aparat TNI di Kampus UMSU
Baca: Pasar Modern Marelan Bisa Tampung 500 Pedagang, Awal Desember Ini Beroperasi
Dari pengecekan yang dilakukan itu, menurut Akhyar, akan dapat diketahui, bagian apa saja dari bangunan pasar yang sudah rusak, sehingga dilakukan perbaikan secepatnya.
Ia pun mengistruksikan kepada PD Pasar Kota Medan, untuk melakukan pendataan terhadap pedagang. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah timbulnya masalah baru. Artinya, pihak PD Pasar harus memprioritaskan pedagang lama yang akan menempati pasar modern tersebut.
"Saya ingatkan jangan coba bermain-main dalam penempatan pedagang. Utamakan pedagang lama, yang telah didata bersama dengan Camat Medan Marelan beberapa waktu lalu," terangnya.
Ditambahkannya, seluruh stakehokder yang terkait pun, jangan tiba-tiba ada masuk pedagang baru, sehingga timbul masalah baru.
"Yang lebih penting lagi jangan sampai timbul second market untuk mendapatkan kios yang akan memicu terjadinya keributan,"pungkasnya.(raj/tribun-medan com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasar-modern-marelan_20171027_180129.jpg)