TribunMedan/

Mixagrip Ajak Anak Muda Mengenal Silsilah Batak di Pusuk Buhit

Peserta Mixagrib Explore Budaya tampak antusias mengenal budaya dan sejarah batak.

Mixagrip Ajak Anak Muda Mengenal Silsilah Batak di Pusuk Buhit
Tribun Medan/Silfa Humairah
Peserta Mixagrib Explore Budaya mengunjungi Sopo Guru Tatea Bulan yang berada di kaki bukit Pusuk Puhit yang berada Desa Sianjur Mula-mula, Sumatera Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.com-Peserta Mixagrip Explore Budaya tampak antusias mengenal budaya dan sejarah batak saat mengunjungi Sopo Guru Tatea Bulan di kaki bukit Pusuk Puhit yang berada di Desa Sianjur Mula-mula, Sumatera Utara.

Peserta Mixagrip Explore Budaya terdiri dari pemenang lomba foto di media sosial bertemakan budaya nusantara Indonesia, kru Mixagrib dan PT Kalbe Farma Tbk serta media dari Jakarta dan Medan.

Lusy Andriani, External Coomunication PT Kalbe Farma Tbk, menuturkan mengunjungi Samosir, tidak lengkap rasanya jika tidak menyambangi Sopo Guru Tateo Bulan atau lokasi Patung Raja Batak yang berada di desa Sianjur Mulamula.

"Kami ingin mengajak anak muda (peserta Mixagrip Eksplore Budaya) mengenal asal mula Batak dan melihat Desa Sianjur Mula-mula yang diyakini orang Batak sebagai tempat turunnya Raja Batak," katanya.

Masyarakat Batak khususnya sekitar Samosir menyakini bahwa Suku Batak pertama berasal dari Pusuk Buhit tepatnya di Desa Sianjur Mula-mula sebelah barat Pangururan, Samosir, Sumatera Utara. Sehingga Patung Raja Batak pun berada di sana.

Biston Sigala, Ketua Pendakian Pusuk Buhit, Sianjur Mula-mula, menuturkan Sopo Guru Tatea Bulan dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan.

Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya yang terdiri dari naga, gajah, singa, harimau dan kuda.

"Sebutan Raja Batak bukan karena posisinya sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan terhadap nenek moyang Suku Batak," katanya.

Ia menuturkan masyarakat sekitar masih sangat fanatik pada asal-usul suku Batak. Orang Batak pertama bukan dianggap legenda tapi menjadi tarombo atau permulaan silsilah keturunan. Suku Batak sangat menghormati leluhurnya sehingga hampir semua leluhur marga batak diberi gelar Raja sebagai gelar penghormatan, begitu juga makam-makam para leluhur orang Batak dibangun sedemikian rupa oleh keturunanya dan dibuatkan tugu yang bisa menghabiskan biaya puluhan juta rupiah.

Halaman
12
Penulis: Silfa Humairah
Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help