Persaudaraan Pemuda Lintas Agama Peringati Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Pemula
Peringatan Hari Sumpah Pemuda dihadiri beberapa elemen organisasi kepemudaan agama.
Laporan Wartawan Tribun Medan/M Fadli
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Peringatan Hari Sumpah Pemuda dihadiri beberapa elemen organisasi kepemudaan agama dari GP Ansor, Pemuda PGI, Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Agung Medan, PMVBI, Walubi, Parisada Hindu Darma Indonesia, di Aula PGI, Jalan Selamat Ketaren Nomor 100, Medan, Sabtu (28/10/2017).
Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Padamu Negeri, kemudian pengucapan sumpah pemuda yang diikuti seluruh peserta.
Dalam acara yang diselenggarakan Persaudaraan Pemuda Lintas Agama (Pemula) Sumut mengangkat tema, "Dengan semangat sumpah pemuda kita tumbuh kembangkan semangat persaudaraan dan kesatuan."
Hadir dalam acara ini antara lain Uskup Agung Medan Mgr Anicebus Bongsu Sinaga OFMCap, Kakanwal Kemenag Sumut diwakili Kasubbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Syafaruddin Lubis, Sekretaris Umum PWNU Sumut Hatta Siregar, perwakilan pemuka agama Hindu, Budha dan sektiar 100 pemuda.
Baca: UNIK! Begini Cara SMA Santo Thomas 1 Medan Peringati Hari Sumpah Pemuda
Baca: Menggugah Hati, Pidato Jokowi pada Peringatan Sumpah Pemuda
Pendeta Dr Erick J Barus dari Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) SUmut mengajak segenap elemen untuk merdeka dalam Sumpah Pemuda.
"Keberagaman membuat kita menjadi indah, ibarat taman dipenuhi berbagai macam bunga, melati, rose, dan bunga matahari, semua akan indah jika disatukan, dan menciptakan keharuman yang beragam," kata pendeta Erick.
Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut Hatta Siregar menambahkan gerakan atau organisasi yang ada seharusnya difasilitasi, diberikan ruang komunikasi oleh pemerintah Sumut. Dengan begini kerjasama antar beragama untuk menciptakan kerukunan semakin erat.
Hatta juga menambahkan tiga poin, pertama, harus mengembangkan naturalisme antar agama untuk menciptakan indonesia yang cerah, mulai hari ini dan selamanya.
Kedua, kita semua berharap untuk tidak mudah terperangkap dengan simbol-simbol agama sehingga menjadi pemecahbelah sehingga unsur-unsur politik memanfaatkan ini. Ketiga, harus menyadari bahwa perbedaan masih ada tepapi, mau mendengar permasalahan yang terjadi sehingga kita dapat saling mendukung.
Kasubbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Sumut Syafaruddin Lubis mengatakan dalam dialog pembuka ini, kerukunan, kondisi antar umat beragama saling menerima satu dengan yang lainnnya.
"Kita jangan mudah memvonis atau menyalahkan suatu keadaan sehingga menjadi pemecahbelah. Kita harus pandai-pandai lihat persoalan, karena pemuda seharusnya lebih bisa melihat persoalan," ujarnya.
Syahfaruddin mengatakan, pemuda harus bisa melihat nilai-nilai kearifan lokal. Sumatera Utara harus menjadi contoh bagi daerah lain tentang kerukunan umat beragama, tanamkan keyakinan itu dihati kita masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/padamu_negeri_20171028_171638.jpg)