PSSA Asahan Runner Up Piala Soeratin U-15

Tim kebanggan masyarakat Kabupaten Asahan dan Provinsi Sumut ini belum mampu membawa trofi juara Piala Soeratin U-15.

PSSA Asahan Runner Up Piala Soeratin U-15
Tribun-medan.com/ Victory Arrival
Tim PSSA Asahan keluar sebagai runner-up di Kejuaraan Piala Soeratin U-15 tingkat nasional. (Tribun-medan.com/ Victory Arrival) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dewi Fortuna belum memihak PSSA Asahan. Tim kebanggan masyarakat Kabupaten Asahan dan Provinsi Sumut ini belum mampu membawa trofi juara Piala Soeratin U-15. Pada partai final yang dihelat di Stadion Maguwo, Sleman,Yogyakarta, Minggu (29/10), PSSA harus menyerah 1-4 atas Jawa Barat. Gol kemenangan Jawa Barat dicetak Yadu Mulyadi pada menit ke 7, 18, 27 dan sontekan Ravil pada menit ke-14. Sedang PSSA hanya mampu membalas satu gol melalui kaki Iryanto di menit ke-21.

Menjadi runner-up di Kejuaraan Piala Soeratin U-15 tingkat nasional dinilai menjadi pencapaian terbaik bagi klub PSSA Asahan. Hal ini dikarenakan prestasi yang dihasilkan ini merupakan prestasi tertinggi bagi tim yang bermarkas di Kabupaten Asahan.

Direktur Teknik PSSA Asahan U-15 Safei Pilly mengakui gelaran ini adalah pencapain terbaik tim Asahan setelah sekian tahun. Mampu melesat hingga ke partai final di kejuaraan sebesar Piala Soeratin U-15 adalah sejarah bagi tim ini.

"Bisa dikatakan ini adalah sejarah bagi tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Asahan. Kita sudah kalahkan Jakarta dan Yogyakarta. Kita bisa menjadi runner-up di kejuaraan nasional. Anak-anak kita mampu jadi top skor dan pemain terbaik,” katanya melalui sambungan telepon, Minggu (29/10).

Baca: Taklukkan PSSA Asahan 4-1, Tim Askot Bandung Juara Piala Soeratin 2017

Pilly mengakui seluruh pemain dan official telah memberikan yang terbaik. Hanya saja dewi fortuna belum hinggap di kubu PSSA. "Saya apresiasi kinerja anak-anak. Mereka masih muda dan berbakat. Seluruh manajer juga sudah maksimal, Askot PSSI kita juga sudah memberikan terbaik. Tapi namanya sepak bola semua bisa terjadi," bebernya.

Namun, Pelatih berlesensi A AFC ini mengakui banyak hal yang harus di evaluasi dari tim. Ia menjelaskan kegagalan pemain karena masih belum matang secara mental di final. "Namanaya usia muda mereka masih labil. Hari ini bermain bagus besok belum tentu. Jadi kemarin memang yang perlu dievaluasi adalah pemain belakang yang sering melakukan kesalahan mendasar, passing yang salah dan clearen yang tidak maksimal. Berikutnya kita akan perbaiki ini," jelasnya.

Ia percaya bahwa PSSA mampu untuk berkata banyak di gelaran kejuaraan berikutnya. "Dengan persiapan yang matang saya yakin, tim ini mampu menjadi juara di tahun depan," pungkasnya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved