TribunMedan/

Ratusan Warga Siantar Ikut Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak

Ratusan peserta ikut ambil bagian dalam Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak 2018 di Pematangsiantar, Minggu (29/10).

Ratusan Warga Siantar Ikut Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak
TRIBUN MEDAN/IST
KETUA KPUD Pematangsiantar Mangasi Purba melepas peserta Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak 2018 di Pematangsiantar, Minggu (29/10). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sejumlah Pimpinan Partai Politik, mahasiswa dan pelajar dan ratusan peserta ikut ambil bagian dalam Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak 2018 di Pematangsiantar, Minggu (29/10).

Ketua KPUD Pematangsiantar, Mangasi Purba saat membacakan sambutan Ketua KPU RI Arif Budiman mengatakan, pemilihan serentak 2018 merupakan pemilihan serentak gelombang ke-3 setelah dimulainya pemilihan serentak pada tahun 2015. Terdapat 171 daerah yang akan mengikuti pemilihan serentak pada tahun 2018, terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

"Ruang konstetasi dan partisipasi politik dibuka seluas-luasnya dengan harapan terpilihnya pemimpin daerah yang memiliki kompetensi kapabilitas, integritas dan akseptabilitas," katanya.

Dikatakan Mangasi, karena penyelenggaraan pemilihan serentak  2018 beririsan dengan Pemilu serentak 2019, maka tak dapat dipungkiri suhu politik akan lebih hangat dibanding pemilihan serentak pada tahun 2015 dan tahun 2017, sehingga diharapkan penyelenggara pemilu di semua tingkatan harus mengelola setiap tahapan secara profesional dan berintegritas. “Berikan pelayanan yang adil dan setara kepada semua peserta pemilihan, " kata Mangasi. 

Baca: P3I Serahkan Data Sipol Dikemas Plastik Kresek ke KPUD Siantar, Diterima 1 Jam Jelang Penutupan

Mangasi mengatakan, Gerak Jalan Sadar Pemilihan Serentak 2018 yang digelar KPU bukan agenda sesaat dan seremonial belaka. Kegiatan ini merupakan pijakan awal untuk membangun Gerakan Sadar Pemilu (GSP) secara berkelanjutan. 

"Kita menginginkan semua elemen bangsa bersinergi, berkolaborasi dan bergerak bersama untuk menyadarkan publik bahwa Pemilu/Pemilihan sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang merupakan suatu yang penting bagi kehidupan mereka. Tugas kita bersama menyadarkan publik bahwa pilihan mereka di bilik suara yang hanya lima menit akan mempengaruhi kebijakan politik di daerah tersebut untuk lima tahun ke depan," katanya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help