TribunMedan/

Bocah SD Awalnya Main Rumah-rumahan, Setelah Divisum Mengejutkan! Ternyata Ini yang Terjadi

Beredar kabar terdapat pelecehan seksual terhadap anak-anak usia dini di Kelurahan

Bocah SD Awalnya Main Rumah-rumahan, Setelah Divisum Mengejutkan! Ternyata Ini yang Terjadi
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM- Beredar kabar terdapat pelecehan seksual terhadap anak-anak usia dini di Kelurahan Selindung, Pangkalpinang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bangka Pos dari Lurah Kelurahan Selindung, Effendi mengatakan sempat terjadi mediasi Senin (30/10/2017) pukul 10.00 WIB di kantornya.

Kasus ini bermula sejak dipanggilnya Lurah Selindung, Effendi oleh pihak sekolah.

Diceritakannya kejadian pelecehan seksual ini sebenarnya sudah berangsur lama sejak satu bulan lalu, melibatkan tiga pelajar 3 SD yang bersekolah di tempat yang sama dan lingkungan tempat tinggal bertetangga.

"Tiga anak itu terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Rumah mereka berdekatan. Satu waktu mereka main pondok-pondokan atau rumah-rumahan. Permainan biasa yang mungkin sering dimainkan anak-anak. Namun ada pengakuan siswi perempuan ini ada dapat "perlakuan" dari kedua teman laki-lakinya. Salah satu teman laki-lakinya ini juga dapat "perlakuan" dari teman laki-lakinya juga," ujar Effendi saat ditemui Bangka Pos.

Kejadian ini terkuak setelah ibu korban siswi perempuan mengetahui kasus ini yang kemudian melaporkannya ke pihak sekolah.

Namun karena alasan kejadian berlangsung di luar jam sekolah, pihak sekolah pun menyerahkan tindak lanjut kasus ini kepada kelurahan.

Namun Effendi mengaku belum banyak berbuat karena ibu korban siswi tersebut buru-buru melaporkan kasusnya kepada Dinas Sosial Kota Pangkalpinang.

"Kami berusaha memediasi permasalahan ini. Kami pun jengkel karena orang tua tiba-tiba ke Dinas Sosial padahal kan bisa diselesaikan dulu di tingkat kelurahan. Jadi tadi kami sekalian panggil juga pihak Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Babel,"ungkapnya.

Hingga kini proses kelanjutan kasus ini diserahkan ke KPAD Babel.

Berdasarkan penuturan Effendi pihak keluarga enggan membawa kejadian ini kepada pihak berwajib.

"Anak perempuannya itu udah visum, katanya gak ada masalah,"kata Effendi.

Sementara Kepala Bidang Dinas Sosial Kota Pangkalpinang Fandiar saat dikonfirmasi enggan mengungkap identitas siswa siswi yang terlibat dalam pelecehan seksual.

"Belum bisa kami publikasikan karena ini kan menyangkut anak-anak jadi harus hati-hati. Kami masih berkoordinasi dengan pihak internal kami, psikologi dan KPAD Babel,"ujarnya.

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help