Gus Sholah Datang ke Pelosok Tobasa, Ngapai Gus?

KH Salahudin Wahid berdiskusi terkait penerapan ideologi Pancasila dan Daulat Desa bersama Tokoh-tokoh adat dan pemuda desa.

Gus Sholah Datang ke Pelosok Tobasa, Ngapai Gus?
Tribun Medan/Arjuna
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Salahudin Wahid (kanan) saat berbincang dengan Sahat Gurning Pancagila di Desa Sosor Ladang, Kecamatan Parmaksian, Porsea Tobasa, Rabu (1/11/2017) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 
TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE - Rintik hujan membasahi jalan kecil yang berlubang-lubang dan sempit di Sebuah Desa di Pelosok Danau Toba. Iring-iringan rombongan mobil tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Salahuddin Wahid terus meluncur menuju Desa Sosor Ladang, Kecamatan Parmaksian, Porsea Tobasa, Rabu (1/11/2017) sore.

Gerimis terus turun, angin bertiup sepoi dan suhu udara yang semakin dingin tidak mengurangi semangat para pemuda desa, tokoh adat, maupun anak-anak yang sudah menunggu kehadirannya. Adik kandung presiden Gus Dur turun dari mobil dan hangat warga yang sudah menunggu di Masjid Al-Iklas, Desa Sosor Ladang Toba Samosir.

KH Salahuddin Wahid berdiskusi terkait penerapan ideologi Pancasila dan Daulat Desa bersama Tokoh-tokoh adat dan pemuda desa. Gus Sholah juga mengajak agar masyarakat desa terus bergotong royong.

Baca: NEWS VIDEO: Kawanan Curanmor Lintas Kabupaten, Kini Meringkuk di Penjara Polres Tobasa

"Negara akan kuat kalau masyarakat desa bergotong royong dan warganya pasti sejahtera," ujar Gus.

Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini juga menuturkan, penting melakukan kedaulatan Desa. Dengan demikian, warga seluruh warga desa, baik berlatar belakang apabsaja harus berjuang bersama-sama.

Ia berpendapat, selama ini desa terabaikan. Untungnya, sejak 2014 sudah ada kebijakan pemerintah mengalokasikan Dana Desa untuk pembangunan desa.

Dia berpesan agar pemuda di desa tidak mau terpengaruh oleh kekisruhan di kota-kota besar yang saat ini terjadi. Apalagi, gesekan yang mengatasnamakan agama selalu bermunculan untuk memecah kedaulatan bangsa.

Diskusi berlangsung alot. Pada diskusi itu buoan saja didominasi oleh Kaum Muslim. Gus kuga terlihat asik berbincang dengan Sahat Gurning si Pancagila yang pernah dipenjara karena kritikannya terhadap berbagai persoalan seperti korupsi dan lainnya.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help