Longsor di Desa Meat Siuga Mengancam Keselamatan Anak Sekolah

Batu-batu lainnya masih tersisa dan terlihat menggantung di sisi tebing. sehingga membahayakan bagi siapapun yang melintas.

Longsor di Desa Meat Siuga Mengancam Keselamatan Anak Sekolah
Tribun Medan/Arjuna
Anak sekolah saat melintas dari antara bongkahan batu besar yang menumpuk di badan jalan di Desa Meat Siuga, Kecamatan Tampahan Balige, Jumat (3/11/2017). Jalan tersebut merupakan jalan yang rawan longsor. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE - Sejumlah anak sekolah tampak berhati-hati melintas di antara bongkahan batu besar yang menumpuk di badan jalan di Desa Meat Siuga, Kecamatan Tampahan, Balige, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, Jumat (3/11/2017).

Batu-batu lainnya masih tersisa dan terlihat menggantung di sisi tebing. sehingga membahayakan bagi siapapun yang melintas.

Menurut Haposan Siahaan, warga setempat, mengatakan longsor tersebut terjadi pada Kamis (2/11/2017) pagi.

Akibatnya, jalan sempat tertutup dan tidak bisa dilewati kendaraan sekalipun kendaraan roda dua.

"Kejadiannya semalam sekitar jam lima pagi. Syukur belum ada orang yang melintas saat subuh-subuh seperti itu," ujarnya.

Baca: Meme Kocak Setnov Part II, Dipasang Selang Gas 3 Kilo Hingga Model Roti Kong Guan

Katanya, pada pukul 07.00 WIB warga pun berinisiatif dan bergotong royong memecah batu dengan martil, linggis.

Sebagian bongkahan-bongkahan batu berhasil mereka singkirkan ke ke tepi jalan, dan pada pukul 14.00 WIB, kendaraan roda dua mulai dapat melintas.

Namun, hingga kini bongkahan batu masih tersisa di badan jalan. Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati.

Mayoritas anak-anak sekolah yang biasanya naik angkutan umum pulang maupun pergi menuju sekolah tepaksa berjalan kaki, sementara batu-batu besar tampak mengintai sewaktu-waktu bisa longsor.

Haposan mengaku, sampai Jumat Sore belum ada upaya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir mendatangkan alat berat menggeser sisa-sisa longsor. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan vital yang menghubungkan desa Meat dengan Balige.

Selain itu, apabila jalan itu berlama-lama dibiarkan, tentu aktifitas masyarakat dengan jumlah 190 Kepala Keluarga (KK) di desa akan ternganggu. Longsoran itu juga tidak cukup hanya digeser, namun harus didirikan tembok penahan longsor.

"Sebaiknya, beberapa titik harus juga dibangun tembok untuk menahan longsor. Kalau tidak, badan jalan akan terus ditutupi longsor, apalagi sat musim hujan," timpal warga lainnya bermarga Pardede.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help