TribunMedan/

Rumah Sakit Provider BPJS Kesehatan Jangan Permainkan Masyarakat

ELSAKA memaparkan hasil pemantauan selama tujuh bulan pada layanan kesehatan di Kota Medan.

Rumah Sakit Provider BPJS Kesehatan Jangan Permainkan Masyarakat
Pemaparan hasil pemantauan layanan fasilitas kesehatan di Kota Medan oleh ELSAKA, di Chatolic Centre Medan, Rabu (1/11/17). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-ELSAKA memaparkan hasil pemantauan layanan pada 19 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertaman (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) yang tersebar di 10 kecamatan Kota Medan selama tujuh bulan. 

Hasil pemantauan tersebut terbagi atas 7 aspek penilaian diantaranya, informasi tentang faskes, layanan administrasi bagi rawat jalan, layanan administrasi bagi rawat jalan, kualitas layanan bagi pasien rawat inap, layanan bagi pasien disabilitas, penanganan akhir bagi pasien rawat dan ketersediaan BPJS Kesehatan Centre. Ketujuh aspek penilain tersebut mendapat rata-rata skor 7 pada skala 1 sampai 10.

Dalam paparannya, Yhonatan selaku Project Manager mengungkapkan dari tujuh aspek penilaian tersebut pelayanan bagi pasien disabilitas menduduki poin terendah, sementara yang tertinggi ada pada pelayanan pada BPJS Kesehatan Centre.

“Penilaian yang kita buat ini berdasarkan penilaian para pemantau dengan menggunakan metodologi audit sosial. Audit sosial ini lebih menekankan penilaian berdasarkan perspektif penerima manfaat. Pemantau yang turun langsung ke faskes sudah kita latih menggunakan audit sosial sehingga penilaian bisa lebih objektif,” tutur Yhonatan, Sabtu (3/11/17).

“Saya kira ini menjadi sesuatu yang berbeda, karena sangat jarang institusi menggunakan pendekatan audit sosial ini,” sebut Agus Suryadi selaku panelis yang juga dosen FISIP USU itu.

Menanggapi laporan penilaian tersebut, Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Maruli Tarigan mengatakan masih banyak hal yang perlu dibenahi pada pelayanan kesehatan di Kota Medan.

Maruli bilang masalah yang sering dijumpai adalah informasi ketersediaan kamar pada rumah sakit bagi pasien rawat inap yang sering simpang siur. Maruli juga menekankan agar faskes dan Dinas Kesehatan Kota Medan jangan langsung puas dengan pemantauan dan penilaian yang sudah dilakukan oleh ELSAKA.

“Saya pernah dampingi masyarakat di salah satu rumah sakit di kota ini, awalnya mereka bilang semua kamar sudah penuh. Tetapi setelah tahu saya anggota DPRD tiba-tiba saja kamar langsung ada. Hal ini kan sering terjadi pada masyarakat awam. Harusnya rumah sakit apalagi provider BPJS harus terbuka dan menampilkan kondisi kamar pada monitor yang disediakan di sekitar meja administrasi,” kata Maruli.

Maruli juga menegaskan agar rumah sakit provider BPJS tidak main-main dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.

“Rumah sakit provider BPJS jangan main-mainlah dengan masyarakat, BPJS itu sudah sediakan dana untuk membayarkan klaim peserta, jangan sampai pasien ditelantarkan. Fasilitas juga harus diperhatikan, mulai dari kebersihan, ketersediaan ruang parkir dan keramahan petugasnya,” tegas politisi Partai Nasdem itu.

Selait itu, dr. Helena dari RSUP Haji Adam Malik juga mengingatkan kepada faskes di Kota Medan terkhususnya milik pemerintah agar tidak main-main dengan penggunaan klaim dari BPJS. Elena bilang sejak 1 Januari 2018 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan turun ke rumah sakit daerah-daerah.

“Untuk faskes di Kota Medan saya himbau jangan melakukan fraud (penipuan, red) terhadap penggunaan dana dari BPJS apapun alasan dan caranya. KPK sudah turun mulai tahun depan,” tegas Helena.

Sementara Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Dinas Kesehatan Kota Medan, Zairul Rambe menghimbau kepada faskes, baik FKTP dan FKTL di Kota Medan terus berbenah dalam memberikan pelayanan kesehatan di Kota Medan.

Zairul mengapresiasi kerja ELSAKA yang ikut mengawasi jalannnya pelayanan kesehatan di Kota Medan.

“Kita harapkan ini jadi sebuah acuan untuk kita memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Kita berharap ELSAKA tetap melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik khususnya pada sektor kesehatan di Kota Medan sehingga perbaikan yang bisa diharapkan bisa kita kerjakan,” tutur Zairul. (*)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help