TribunMedan/

Kedai Samsat Diresmikan, Ini Bedanya dengan Gerai Samsat

Kesat ini sendiri disebut-sebut oleh Kepala UPT Samsat Lubukpakam, Nur Elly Heriani Rambe yang pertama di Sumatera Utara.

Kedai Samsat Diresmikan, Ini Bedanya dengan Gerai Samsat
Tribun Medan/Indra
Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut, Sarmadan Hasibuan memotong pita tanda di-launchingnya Kedai Samsat di kantor Camat Galang Kabupaten Deliserdang, Senin (6/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM - Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah untuk melayani masyarakat dalam membayarkan pajak. Hal itu jugalah yang dilakukan oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Samsat Lubukpakam yang melakukan launching Kedai Samsat (Kesat) Senin, (6/11/2017).

Kesat ini sendiri disebut-sebut oleh Kepala UPT Samsat Lubukpakam, Nur Elly Heriani Rambe yang pertama di Sumatera Utara. Ia mengatakan kalau ini merupakan bagian dari Inovasi pihaknya.

Lalu apa beda Kedai Samsat ini dengan Samsat Keliling ataupun Gerai Samsat?

“Kesat ini hanya ada di Kecamatan Galang, dibuka setiap hari Senin sampai Jumat. Prosedur pelayanan untuk penerimaan berkas dibuka mulai dari pukul 09.00 sampai 11.00 WIB . Untuk proses berkas tetap dilakukan di Samsat Induk yang ada di Lubukpakam dimana dimulai dari pukul 11.00 sampai 13.00 WIB,” ujar Nur Elly Heriani Rambe.

Baca: Pelanggan Merasa Diperas saat Pasang Listrik Baru, Petugas PLN Minta Bayaran Rp 2,6 Juta

Ia menambahkan setelah diproses di Samsat Induk kemudian berkas kembali di bawa ke Kedai Samsat untuk dilakukan penyerahan berkas kepada wajib pajak sekaligus pembayaran dilakukan pukul 13.00 sampai 14.00 WIB.

Pada saat Kesat ini di-launching pihak kepolisian, Jasa Raharja dan Kecamatan Galang yang hadir pun memberikan dukungannya kepada UPT Samsat Lubukpakam.

"Kalau dari Kantor Camat saja ke Lubukpakam sana bisa memakan waktu 25 sampai 30 menit. Kecamatan Galang ini juga besar wilayahnya karena ada 28 desa dan 1 Kelurahan, ada desa yang memang keberadaannya lebih jauh lagi," ujar Camat Galang, Ismail.

"Masyarakat Galang ini juga umumnya pekerja, dan yang tidak kalah dan menjadi kendala adalah kesadaran masyarakat yang belum paham. Dia mau bayar pajak itu karena takut ditilang polisi, padahal dari pajak itulah akan ada kemudian pembangunan," tambahnya.(*)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help