TribunMedan/
Home »

Cetak

Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Rap-rap Kinantan Tanpa Komando, Manajemen Larang Suporter Pakai Atribut

Sanksi PSMS Medan yang tampil tanpa suporter dalam empat laga, mulai berlaku pada babak delapan besar Liga 2 nanti.

Rap-rap Kinantan Tanpa Komando, Manajemen Larang Suporter Pakai Atribut
Tribun Medan/M Daniel Effendi Siregar
Pemain PSMS Medan menyapa para suporter. 

MEDAN, TRIBUN-Sanksi PSMS Medan yang tampil tanpa suporter dalam empat laga, mulai berlaku pada babak delapan besar Liga 2 nanti.

Suporter Kinantan tak bisa mendukung tim kebanggannya ke Stadion Patriot, Bekasi, tempat berlangsungnya babak delapan besar Grup X.

Namun, manajemen Kinantan tetap memperbolehkan suporter hadir, asalkan tanpa membawa atau memakai atribut. "Suporter bisa saja datang, tapi tanpa atribut. Kalau mau datang dan dukung bisa tanpa bawa bendera atau embel-embel apa pun terkait PSMS," ujar Ketua Harian PSMS Kisharianto Pasaribu, Minggu (5/11).

Tampil tanpa suporter sedikit berpengaruh bagi skuad PSMS. Pelatih PSMS Djadjang Nurjaman menilai, tanpa dukungan pemain ke-12 itu, Ayam Kinantan tak ada yang mengomandoi untuk menerapkan ciri khas permainan rap-rap.

Sebab, saat main di markas Stadion Teladan, teriakan rap-rap dari suporter membuat semangat anak asuhnya bertambah. Belum lagi dengan teriakan itu membuat lawan sedikit ciut.

"Sebenarnya ada pengaruhnya juga tampil tanpa suporter. Gaya permainan ciri khas PSMS rap-rap tidak ada yang komandoi. Biasanya suporter selalu teriak dan komandoi itu kepada pemain saat di Teladan. Paling cuma itu sajalah pengaruhnya," kata Djadjang.

Sementara itu, Kisharianto Pasaribu menjelaskan manajemen PSMS sempat membuat surat banding kepada PSSI, terkait sanksi yang diberikan. Namun banding mereka ditolak.

Kisharianto mengatakan keputusan PSSI tak bisa diganggu-gugat.

"Kami sudah banding, tapi PSSI dengan tegas tak ada kata banding. Mau bagaimana lagi sikap kami. Tapi jika nanti PSMS lolos ke simifinal kami coba minta keringananlah," ujar Pasaribu.

Di tempat terpisah, kelompok suporter PSMS SMeCK Hooligan, akan tetap datang ke Bekasi mendukung tim kebanggaannya. Meski dilarang membawa atribut, mereka berjanji tetap mengawal Ayam Kinantan ke babak delapan besar.

"Kami tidak mau ambil pusing soal sanksi PSMS yang tampil tanpa suporter. Toh, masih bisa mendukung tanpa atribut. Kami tetap kawal nanti," kata Wakil Ketua SMeCK Hooligan Bani Gultom. (lam)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help