VIDEO
Sebelum Ditembak Mati Polisi, Pelaku Begal Bilang 'Mau Kumpulin Uang untuk Modal Beli Mobil Jenazah'
Setelah 50 kali berhasil melakukan tindak kejahatan dengan kekerasan (Curas), kedua tersangka akhirnya terpaksa ditembak mati
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Mungkin itulah peribahasa yang bisa menggambarkan nasib pelaku begal Roni Wijaya (19) dan Bayu Pratama (21).
Setelah 50 kali berhasil melakukan tindak kejahatan dengan kekerasan (Curas), kedua tersangka akhirnya ditembak mati karena melawan saat hendak ditangkap.
Namun ternyata ada hal unik dibalik tertembaknya dua tersangka curas tersebut. Tersangka Bayu Pratama ternyata selalu membuat status di Facebook, sehabis melakukan curas.
Baca: Ini Begal Zaman Now! Update Status di Facebook Sebelum dan Sesudah Beraksi, Begini Nasibnya
Hal itu terungkap setelah adanya beberapa status yang didapatkan dari Facebook milik tersangka dengan nama Facebook Bayu Pratama dengan gambar profil mobil Ferari.
Diantaranya memosting status"Tempurrr kembali kumpuli buat bangun rumah, Amin ya Allah. Semoga tercapai"

"Siap urusan adekku aku tempur...
Belum mau nambah masalah lagi!!!"
"Alhamdulillah gak sia-sia pagi keluarrr jumpaAaaaa 1 kerjaan"
"Sekongkol entar ternyata ya geng, jangan nanti ente duluan terpegang jadinya yakan"
Bahkan di kolom komentar pada postingan 23 September lalu, Bayu Pratama pernah menulis"Mau ngumpuli uang untok modal ..hehehe beli mobil jenazah :-D:-D:-D"
Nyatanya benar. Kini ia ditembak mati polisi dan jenazahnya masih berada di RS Bayangkara Medan.

Baca: Bikin Tangan Guru Patah, Dua Pria Ini Ditembak Mati Polisi
Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa setiap habis melakukan curas, tersangka Bayu Pratama selalu membuat status di Facebook.
"Jadi tersangka Bayu Pratama memang selalu buat status di Facebook sehabis lakukan curas," kata Tatan di RS Bhayangkara, Senin (6/11/2017).