TribunMedan/

Tilep Uang Komputer Dinas Pendidikan, Dua PNS dan Empat Rekanan Divonis 16 Bulan Penjara

Ketua Majelis Hakim, Ahmad Sayuti mengatakan hukuman itu diberikan kepada masing-masing terdakwa karena terbukti secara sah

Tilep Uang Komputer Dinas Pendidikan, Dua PNS dan Empat Rekanan Divonis 16 Bulan Penjara
Tribun Medan/Mustaqim
Keenam terdakwa berdiri mendengarkan pembacaan vonis hukuman majelis hakim di Ruang Cakra II PN Medan, Senin (6/11/2017) dalam perkara korupsi pengadaan komputer di Disdik Dairi TA 2011. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Majelis Hakim Tipikor Medan menjatuhkan enam terdakwa perkara korupsi pengadaan komputer di Dinas Pendidikan Dairi Tahun Anggaran (TA) 2011 dengan hukuman penjara selama 16 bulan penjara.

Ketua Majelis Hakim, Ahmad Sayuti mengatakan hukuman itu diberikan kepada masing-masing terdakwa karena terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berjamaah.

"Memutuskan, menghukum para terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan," kata Ahmad Sayuti di Ruang Cakra II Pengadilan Tipikor Medan, Senin (6/11/2017).

Baca: Bukannya Mengajar yang Baik, Guru Ini Malah Raba-raba Dada Siswinya saat Pelajaran Praktik Komputer

Namun, empat rekanan yaitu, Melanton Purba selaku direktur CV Langit Biru, Holman Siringoringo selaku direktur CV Ruthani Mandiri. Lalu Arifin Lumban Gaol selaku wakil direktut CV Keke Lestari dan Cut Dian Meutia selaku direktur CV Hati Mulia dikenakan hukuman tambahan dengan diwajibkan membayar Uang Pengganti (UP) yang besarannya bervariasi.

Walaupun sebelumnya keempat rekanan tersebut telah menyerahkan Uang Pengganti (UP) kepada Kejari Dairi masing-masing sebesar Rp 100 juta.

"Melanton Purba wajib membayar UP sebesar Rp 124 juta, Holman Siringoringo diwajibkan bayar UP sebesar Rp 75 juta, Arifin Lumban Gaol membayar UP sebesar Rp 79 juta, dan Cut Dian Mutia wajib membayar UP sebesar Rp 145 juta dan bila tak dibayarkan maka masing-masing dikenakan kurungan 6 bulan penjara," jelas Sayuti.

Baca: Korupsi Pengadaan Komputer Dinas Pendidikan, Dua PNS dan Empat Rekanan Dituntut 18 Bulan Penjara

Hukuman Uang Pengganti ini tidak dikenakan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang turut menjadi terdakwa dalam perkara ini yaitu, Pasder Berutu selaku mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Dairi dan Wilfried Sianturi.

Untuk itu, korupsi pengadaan komputer di berbagai sekolah di Kabupaten Dairi yang anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran senilai Rp 2 miliar.

Setelah dilakukan audit oleh tim Akuntan Publik diketahui kerugian negara sebesar Rp 800 juta.

Seorang tersangka dalam perkara ini yaitu Dian Kristina yang berperan sebagai penghubung antara penyelenggaran proyek dengan rekanan belum diketahui keberadaannya dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).(*)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help