Breaking News

Korban Banjir Terpaksa Tidur di Rumah Tetangga

"Tadi malam saya terpaksa bawa anak-anak ke rumah tetangga yang agak tinggi. Di sana lah kami tidur,"

Korban Banjir Terpaksa Tidur di Rumah Tetangga
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Sejumlah warga melintasi banjir yang merendam pemukiman penduduk di pinggiran Sungai Deli, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (7/11/2017). Banjir kiriman akibat debit air di hulu tinggi, menyebabkan ratusan rumah di pinggiran sungai tersebut terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Lena (56), salah satu warga yang rumahnya terendam banjir di Jalan Brigjend Katamso, Gang Merdeka, Lingkungan VIII, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun duduk termenung di atas sebuah sepeda motor.

Ia menunggu banjir surut, untuk membersihkan rumahnya yang terendam air.

Saat ditemui Tribun, Lena yang wajahnya tampak kuyu mengaku belum tidur semalaman. Sebab, barang-barang di dalam rumahnya sebahagian belum diangkat.

"Tadi malam saya terpaksa bawa anak-anak ke rumah tetangga yang agak tinggi. Di sana lah kami tidur," ungkap Lena dengan daster masih tampak basah, Selasa (7/11/2017). 

Baca: Banjir! Luapan Sungai Deli Rendam Ratusan Rumah, Warga Terpaksa Mengungsi

Baca: Medan Banjir Lagi, Hari Ini Ada 3 Kelurahan yang Terendam

Rumah warga di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun ikut terendam banjir. Warga terpaksa tidak tidur karena harus menjagamu barang-barang di dalam rumahnya, Selasa (7/11/2017)
Rumah warga di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun ikut terendam banjir. Warga terpaksa tidak tidur karena harus menjagamu barang-barang di dalam rumahnya, Selasa (7/11/2017).(TRIBUN MEDAN/Array A Argus)

Lena mengatakan, ia sendiri terpaksa begadang. Yang penting, kata Lena, anak-anaknya bisa beristirahat di tempat yang layak. 

"Gimana saya bisa tidur kalau airnya sudah masuk ke dalam rumah. Apalagi airnya tadi malam cukup deras," ungkap Lena.

Ia mengatakan, sebagian barang dievakuasi ke atas loteng. Sebagian lainnya dibiarkan terendam karena khawatir air semakin tinggi.(Ray/tribun-medan.com)

Penulis: ArgusA
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved