TribunMedan/
Home »

Cetak

Mengubah Lidi Tusuk Sate jadi Sumber Uang

Hingga saat ini ia terus bergelut dan mengembangkan keahliannya itu menjadi suatu produk seni yang diminati.

Mengubah Lidi Tusuk Sate jadi Sumber Uang
Tribun Medan/Fatah
Wahyu Prihartanto memamerkan kerajinan buatannya 

TRIBUN-MEDAN.com - Lidi ternyata bisa naik kelas. Jika selama ini dikenal sebagai tusuk sate, di tangan Wahyu Prihartanto, potongan kayu tipis itu bisa diubah menjadi bahan kerajinan tangan yang bernilai dan menghasilkan keuntungan besar.

Ia membuat kerajinan bernama Mozaik Lidi Art. Usaha tersebut digeluti sejak dua tahun lalu.

"Saya memang punya bakat alami, dari kecil sudah hobi membuat kerajinan. Bakat itu terus saya lakukan sampai sekarang," ujarnya kepada Tribun/www. tribun-medan.com, Selasa (7/11/2017).

Pernyataan tersebut disampaikan Wahyu saat mengikuti acara Gebyar UKM Indonesia, yang diselenggarakan Gedung Auditorium, RRI Jalan Gatot Subroto, Medan. Wahyu turut memamerkan produknya pada acara tersebut.

Baca: Kembangkan Kerajinan Ulos dan Tukang Steling, BRI Sediakan Pembiayaan Bisnis Pelaku UMKM

Ia menuturkan, sejak kecil telah memiliki kemahiran membuat suatu kerajinan. Hingga saat ini ia terus bergelut dan mengembangkan keahliannya itu menjadi suatu produk seni yang diminati.

Wahyu menjelaskan, usaha yang berada di Jalan Tirtadeli 51 Tanjungmorawa, Deliserdang ini menjual aneka kerajinan, seperti hiasan dinding, jam dinding hingga sketsa wajah.

"Kalau soal harga saya menjualnya berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 700 ribu," ujarnya.
Terkait proses pengerjaan Wahyu menjelaskan, kerajinan yang dibuat olehnya memerlukan jangka waktu yang tidak lama.

"Untuk konsumen yang memesan kerajinan ini saya minta waktu 7 hari," ujar Wahyu.
Setelah berjalan dua tahun Wahyu kini memiliki 15 karyawan.

Wahyu berharap usaha yang dikembangkannya sekarang ini lebih maju dan sukses. Ia menargetkan kerajinan ini bisa tersebar di seluruh kota yang ada di Indonesia.

"Hari ini kita memang tidak mungkin buka cabang di luar sebelum memapankan kerajinan ini di satu tempat, namum selanjutnya pasti kita akan buka cabang di berbagai kota," ungkapnya.(cr3)

.

Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help