TribunMedan/

Pantai Tureloto Bisa Buat Badan Terapung Loh, Serasa di Yordania

Pantai Tureloto yang terletak di Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Propinsi

Pantai Tureloto Bisa Buat Badan Terapung Loh, Serasa di Yordania - tureloto_20171107_164845.jpg
Tribun Medan/Silfa Humairah
Pemandangan Pantai Tureloto, Nias Utara
Pantai Tureloto Bisa Buat Badan Terapung Loh, Serasa di Yordania - nias_20171107_164802.jpg
Tribun Medan/Silfa Humairah
Wisatawan tampang mengapungkan diri di laut Tureloto, Nias Utara

Laporan wartawan Tribun Medan/Silfa Humairah

TRIBUN-MEDAN.COM, NIAS UTARA- Pantai Tureloto yang terletak di Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Propinsi Sumatera Utara ini terkenal dengan memiliki kandungan garam yang tinggi sehingga cukup membuat badan manusia terapung, seperti halnya fenomena Laut Mati yang ada di negara Yordania.

Pantainya juga memiliki warna pantulan dua warna, yakni biru toska dan biru awan.

Keindahannya juga terletak pada batu karang raksasa yang berbentuk bundar di bibir pantai.

Wisatawan kerap mendokumentasikan diri di batu karang tersebut. Batunya keras dan tidak tajam, persis seperti batu raksasa yang berserakan di pinggir pantai, jika dipandang dari jauh.

Batuan karang yang terhampar tersebut memiliki bentuk unik, ada yang menyerupai bentuk otak manusia sehingga beberapa masyarakat sekitar menyebutnya dengan Batu Otak.

Menurut Lina, penjaga warung dan warga sekitar, menuturkan di sini wisatawan bisa mendapatkan suasana pantai yang biru jernih, kalau kata turis mirip di Bali dan Lombok. Pemandangan air laut yang biru, sunset yang menakjubkan hingga batu karang dan ikan yang beraneka ragam.

"Turis mancanegara sudah menyadari itu, sehingga turis luar tidak ada henti-hentinya berkunjung, biasanya turis datang di hari biasa dan melakukan kegiatan snorking serta diving di tengah laut," katanya.

Ia menuturkan, di sana juga ada menyediakan jasa menyusuri pantai dengan sampan nelayan, bisa pula menyeberangi pulau kecil di sana yang memiliki pemandangan pepohonan rimbun, dengan biaya 10 ribu perorang.

 Pantai ini berjarak sekitar 60 km dari pusat kota Gunung Sitoli atau 80 km dari Bandara Bhinaka. Untuk menuju pantai ini Anda dapat menempuh perjalanan dari Kota Gunung Sitoli atau dari Bandara Binaka Nias dengan menggunakan kendaraan mobil carteran yang ada di bandara.

Jarak tempuhnya sekitar dua jam dari pusat kota dan bandara, di bandara sudah tersedia mobil carteran dengan biaya Rp 600 ribu untuk keliling objek wisata Nias seharian sudah termasuk bensin dan supir, atau mobil lepas kunci Rp 300 ribu.

Bagi wisatawan dari Medan, juga kini lebih mudah karen sudah jalur udara yang terbang dua kali mengantarkan penumpang ke Nias. Atau dari jalur laut melalui Sibolga yang memakan waktu sekitar 8 jam menggunakan kapal nelayan atau 4 jam menggunakan boat dengan biaya sekitar 150 ribu perorang dan bus dari Medan ke Sibolga sekitar Rp 120 ribu.

Di sana tidak angkutan umum yang melewati objek wisata, jadi wisatawan disarankan berangkat rombongan untuk biaya murah mencarter mobil.

Beberapa fasilitas di pantai ini sudah terbilang lengkap, terdapat beberapa toilet dan tempat makan yang menyajikan aneka makanan laut dengan bumbu khas Nias. Tetapi belum ada penginapan di daerah sekitar pantai, penginapan bisa diperoleh di kota terdekat seperti gunung Sitoli. (*)

Penulis: Silfa Humairah
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help