TribunMedan/

Alamak

Kronologi Video Viral Perawat Asyik Bertelepon saat Pasiennya Bayi 18 Bulan Mengerang Kesakitan

Hingga Rabu (8/11/2017) pukul 15.45, video berurasi 38 detik ini sudah diputar 691 ribu kali dan dibagikan 18.147 kali.

Kronologi Video Viral Perawat Asyik Bertelepon saat Pasiennya Bayi 18 Bulan Mengerang Kesakitan
facebook
Perawat RSU Grand Medistra Lubukpakam terekam asyik bertelepon saat memasang infus pada pasien bayi 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Manajemen rumah sakit Grand Med (dulu Grand Medistra) Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara akhirnya menanggapi kasus perawatnya yang asyik bertelepon saat menangani pasien bayi 18 bulan yang videonya viral di media sosial.

Video ini direkam keluarga pasien dan diunggah akun facebook Maria Manalu, Senin (6/11/2017) pukul 20.30.

''Begini lah cara kerja perawat perawat rumah sakit grand medistra lubuk pakam.uda gk bs masang infus tlponan lg sambil bekerja.apa lagi pasienya anak usia 18 bulan. Boha ma songonon (Bagaimana lah ini),'' tulis Maria.

Hingga Rabu (8/11/2017) pukul 15.45, video berurasi 38 detik ini sudah diputar 691 ribu kali dan dibagikan 18.147 kali.

Humas Rumah Sakit Grand Med Lubukpakam, Emra Sinaga mengakui kalau perawat mereka yang berinisial EZ telah melakukan kesalahan menangani pasien sambil bertelepon.

Emra mengatakan kalau pihak rumah sakit sudah meminta maaf kepada keluarga pasien yang sempat mengunggah tindakan perawat tersebut ke facebook dan menjadi viral.

" Benar yang di video dan tersebar di media sosial itu adalah perawat kita. Kejadiannya dua hari lalu itu pas malam hari. Benar ada pelanggaran etika yang dilakukan oleh perawat kita. Makanya itu kita manajemen sudah meminta maaf termasuk perawat kita (minta maaf) itu,"ujar Emra dikonfirmasi tribun-medan.com  via seluler, Rabu (8/11/2017).

Namun Emra enggan identitas lengkap si perawat yang bikin heboh itu.

"Inisialnya EZ, dia sekarang lagi shock karena saat ini dia di-bully terus. Dengan difasilitasi supervisor kita, kemarin dia minta maaf sama keluarga pasien, hanya saja keluarganya sampai sekarang tidak mau memaafkan kejadian itu,"kata Emra.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help