TribunMedan/

Begal Semakin Marak di Medan, Pengamat Sosial Ini Ungkap Akar Masalahnya

Semakin tinggi angka kemiskinan, maka semakin tinggi pula angka kejahatan itu.

Begal Semakin Marak di Medan, Pengamat Sosial Ini Ungkap Akar Masalahnya
TRIBUN MEDAN/Array A Argus
Pengamat Sosial yang juga Dosen FISIP USU, Yurial Arief Lubis mengatakan, tingginya kriminalitas tak terlepas dari angka kemiskinan yang kian menanjak tiap tahunnya, Kamis (9/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/

Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - 
Bicara tentang begal, perampokan dan penjambretan tentu sudah tidak asing bagi masyarakat. Saban hari, pasti ada saja kejadian serupa yang menimpa masyarakat dimana pun berada.

Dari sisi kepolisian, tingginya angka kejahatan ini tak terlepas dari maraknya peredaran narkoba. Namun, ada pandangan lain yang ternyata menjadi akar masalah munculnya berbagai tindak kejahatan.

Menurut Pengamat Sosial yang juga Dosen FISIP USU, Yurial Arief Lubis, tingginya angka kriminalitas ini tak terlepas dari masalah kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi angka kemiskinan, maka semakin tinggi pula angka kejahatan itu.

Kata Yurial, tingginya angka kemiskinan membuat siapa saja melakukan tindak pidana demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Persoalan ini lah yang sejatinya harus ditangani dan menjadi fokus bagi pemerintah.

"Tanggungjawab kriminalitas ini juga merupakan tanggungjawab pemerintah. Kenapa saya katakan demikian, karena memang akar masalah kejahatan itu karena tingginya kemiskinan," ungkap Yurial dalam Diskusi Publik Medan Rawan Kriminalitas, Kamis (9/11/2017).

Berdasarkan update data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir tahun 2015, angka kemiskinan di Sumatera Utara meningkat tajam. Tahun 2014, kata Yurial, angka kemiskinan itu 318.398.

Sementara di tahun 2015, kata Yurial, angka kemiskinan menjadi 347.953. Begitu juga dengan angka kemiskinan di Kota Medan. Di tahun 2014, angkanya mencapai 401.417. Dan di tahun 2015, angka kemiskinan kembali melonjak menjadi 420.208.

"Sekarang ini kita lihat pemerintah fokus dalam membangun infrastruktur. Sementara masalah kemiskinan dikesampingkan. Kalaupun infrastukturnya bagus, lampu jalan cantik, tapi kalau kemiskinan tinggi, bisa saja kan dicuri pelaku kejahatan," ungkap Yurial.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help