TribunMedan/

Dampak BI Bekukan Top up Uang Elektronik, Ini yang Terjadi di Tokopedia

BI membekukan layanan isi ulang (top up) uang elektronik dari e-commerce memberikan dampak kepada transaksi di pasar digital.

Dampak BI Bekukan Top up Uang Elektronik, Ini yang Terjadi di Tokopedia
dok. Tokopedia
Situs marketplace Tokopedia 

TRIBUN-MEDAN.COm - Pasca Bank Indonesia (BI) membekukan layanan isi ulang (top up) uang elektronik dari e-commerce memberikan dampak kepada transaksi di pasar digital.

Salah satunya adalah Tokopedia dengan fitur uang elektronik Tokocash.

Tokopedia meluncurkan fitur Tokocash guna mempermudah pengguna dan pembeli pada platform ini yang tidak memiliki rekening bank.

Selain itu, peluncuran TokoCash merupakan bagian dari gerakan nontunai yang tengah dikampanyekan oleh pemerintah.

Chief of Staff Tokopedia, Melissa Siska Juminto mengatakan, merchant Tokopedia yang aktif ada sekitar 2,5 juta. Jadi ketika TokoCash diluncurkan, para merchant sangat antusias. Transaksi pun jadi lebih mudah.

Baca: Dor! Dor! Dokter Ini Tewas Mengenaskan di Klinik Ditembak Suaminya

"Dengan dinonaktifkan sementara untuk fitur top up saja, itu cukup bawa dampak pada transaksi dan merchant kami yang ada di Tokopedia," papar Melissa dikutip Kontan.co.id, Kamis (9/11/2017) .

Melissa mengatakan, dampaknya berupa kenyamanan dan transaksi di Tokopedia. Selain itu Melissa juga menyebutkan pembekuan izin top upTokocash juga memberikan dampak kepada penjual atau pun mitra Tokopedia yang sudah ada sebanyak 2,5 juta.Walaupun fitur top up TokoCash dibekukan oleh BI, Melissa menjamin bahwa nominal uang yang ada di TokoCash masih bisa digunakan untuk melakukan transaksi di Tokopedia. Untuk melakukan pengisian ulang, Tokopedia mengaku sudah memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh BI.

Asal tahu saja, setiap bank atau lembaga lain termasuk e-commerce yang menyelenggarakan uang elektronik dengan jumlah dana float Rp 1 miliar ke atas wajib mengantongi izin Bank Indonesia.(*)

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help