Gelisah tak Kerja, Warga Cuti Berhari-hari untuk Mengurus SIM

"Warga yang mengurus SIM C ini bukan orang-orang berada (berduit), kok, mahal kali. Ini namanya negara mencekik leher warganya."

Gelisah tak Kerja, Warga Cuti Berhari-hari untuk Mengurus SIM
Tribun Medan/Array A Argus
Sejumlah anggota Komisi A DPRD Medan saat melakukan sidak ke MSDC, Jalan Bilal, Medan, beberapa waktu lalu. Keberadaan MSDC diduga melakukan monopli SIM di Kota Medan 

TRIBUN-MEDAN.com - Ramadani terlihat rebahan di ruang tunggu Medan Safety Driving Centre (MSDC).

Berkali-kali ia meremas-remas buku panduan tentang pelajaran mengemudi.

Ia gelisah, lantaran gilirannya tak kunjung ada pemberitahuan kapan memulai ujian praktik.

"Sudah dua hari aku cuti untuk urus SIM ini. Pulang dari sini nanti sudah sore. Kalau sudah sore Satlantas mana buka lagi. Terpaksa saya minta libur lagi besok, kalau enggak sia-sialah semuanya, engak jadi punya SIM," ujar Ramdani, Kamis (9/11).

Bagian penerima tamu di Kantor Medan Safety Driving Centre, Senin (5/9/2016).
Bagian penerima tamu Medan Safety Driving Centre. (Tribun Medan/Tommy Simatupang)

Masih di lokasi sama, warga yang akan mengurus permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) tampak silih berganti memasuki area MSDC, yang beralamat di Jalan Bilal, Medan.

Mereka hadir untuk mendapat sertifikat mengemudi, yang disyaratkan kepolisian untuk permohonan pembuatan SIM.

Baca: Urus SIM Repot dan Mahal, Pemohon: Punya Sertifikat Sakti MSDC Dulu Baru Gampang

Baca: DPRD Medan Rekomendasikan MSDC Ditutup

Baca: Kami Akan Sweeping MSDC

Adapun harga sertifikat, MSDC mematok tarif Rp 420 ribu untuk sertifikat SIM C dan SIM A, Rp 520 ribu untuk SIM B, serta tambahan Rp 1.000 untuk biaya legalisir.

Halaman
12
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved