TribunMedan/

Warga Nilai Pemko Bekerja Setengah Hati, Pengerjaan Jalan Berlubang Gini-gini Aja

Sebulan terakhir, julukan Kota Medan sebagai kota sejuta lubang, membuat Pemko berbenah untuk

Warga Nilai Pemko Bekerja Setengah Hati, Pengerjaan Jalan Berlubang Gini-gini Aja
Tribun Medan/Ryan
Pembangunan Beton Jalan Mahkamah Tidak rampung. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebulan terakhir, julukan Kota Medan sebagai kota sejuta lubang, membuat Pemko berbenah untuk memperbaiki jalan-jalan rusak.

Ditambah lagi adanya blusukan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang melewati jalan berlubang, membuat Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin pun turun ke lokasi jalan-jalan berlubang untuk memantau pembangunan.

Melalui pantauan Tribun Medan di beberapa jalan Kota Medan, masih tampak banyak jalan berlubang dan belum tersentuh pembangunan.

Adapun jalan yang sudah diperbaiki, ternyata terhenti di tengah pembangunan. Tidak semua jalan diperbaiki sebagaimana direncanakan.

Di Jalan Mahkamah, pembangunan jalan rigid beton, hanya dibangun setengah dan pembangunan belum dilanjutkan. Warga pun menilai, Pemko Medan bekerja setengah hati.

"Lihatlah, pembangunannya gak selesai. Di bagian sana belum dibeton. Yang dibeton hanya di belakang kolam yang dilewati Jokowi. Itupun, ke arah rel Jalan Pandu, masih jelek jalannya. Sedangkan yang di belakang Masjid Raya ini tak tersentuh beton juga. Setengah hati Pemko ini, karena kemarin dimarahi Jokowi," ujar Warga Jalan Mahkamah, Ozi saat ditemui Tribun Medan di belakang Masjid Raya Al Mashun Medan, Kamis (9/11 2017).

Ozi mengatakan, saat Jokowi melakukan peneguran terhadap Wali Kota Medan, terkait jalan berlubang, Pemko langsung berbenah. Bahkan siang dan malam bekerja.

"Tapi lihatlah, begitu isunya meredup. Tak ada lagi pembangunan. Itu pun terkesan asal-asalan. Akibatnya apa? beton ini kan tinggi, jadi yang setengah ke arah Jalan Pandu itu becek kalau hujan datang. Tergenang airnya," ungkap Ozi.

Ia pun mengeluhkan, kinerja Pemko yang dinilai tidak sungguh-sungguh dalam membenahi jalan Kota Medan. Bahkan, akibat dari pembangunan yang tidak penuh, menimbulkan masalah baru, yakni genangan air yang semakin tinggi.

"Kalau mau dibetulkan, semuanyalah, jangan setengah-setengah. Pembangunan kan untuk bagus, bukan buat masalah baru. Ini makin becek jalan yang belum dikerjakan itu, karena betonnya tinggi, drainase pun tak bagus kali, hancurlah," terangnya.

Ditambahkannya, pembangunan yang dikebut pun terkesan tidak melihat kualitas pembangunan.

"Kualitasnya pun asal ini, gak bagus, kalau hujan ada juga genangan air di atas beton itu," katanya.

(raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help