TribunMedan/
Home »

Video

VIDEO

Kolonel (Purn) Alaudin Beberkan Kunci Keberhasilan TNI Pertahankan NKRI

Alaudin yang juga menjabat sebagai Ketua dewan pimpinan daerah legiun Veteran RI Sumut ini, bercerita ada salah satu pengalamannya

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Eks pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia Kolonel (Purn) Alaudian bercerita bahwa dulu ketika ia berperang ada tiga unsur yang melekat dan jadi keberhasilan TNI mempertahankan Kemerdekaan.

“Pertama semangat berkorban, jadi pada umumnya semua pejuang itu rela berkorban untuk bangsa dan negara NKRI. Kedua semangat persatuan dan kesatuan untuk melawan penjajah dan gotong-royong antara Rakyat dan TNI demi perjuangan bangsa,“ kata Alaudin di Ringroad City Walk saat Akan Menonton Film Merah Putih Memanggil, Jumat (10/11/2017).

"Kami sebenarnya bukan pejuang tapi pembela yang mempertahankan NKRI. Jadi kami mempertahankan kemerdekaan agar tidak diambil kembali. Seperti pasukan Dwikora berperang dalam pembebasan di Irian, pasukan Trikora sewaktu konfrontasi dengan Malaysia tahun 1962-1966 dan Operasi Seroja sewaktu Invasi Indonesia atas Timor Timur tahun 1975," ungkap Alaudin.

Baca: Hari Pahlawan, Kodam I/BB Ajak Para Veteran Nonton Film Merah Putih Memanggil di Bioskop

Alaudin yang juga menjabat sebagai Ketua dewan pimpinan daerah legiun Veteran RI Sumut ini, bercerita ada salah satu pengalamannya yang tak terlupakan.

Sewaktu ia bertugas di Operasi Seroja Timor Timur awal mulanya pasukan menganggap Timor Timur lemah karena kita sudah punya kemampuan dan skil yang mumpuni.

"Namun semuanya berbalik 360 derajat, rupanya musuh itu lebih hebat senjatanya. Senjata mereka sudah G3 Getmi dan mortirnya sudah sangat bagus. Waktu itu kita sudah gunakan senjata laras panjang SP-1, SP-2 dan SP-3 buatan PT Pindad yang jauh lebih hebat dari Timor Timur," kenang Alaudin.

Baca: Peringati Hari Pahlawan, TNI dan DPRD Tabur Bunga di Tengah Laut

"Yang jelas kalau menghadapi musuh, intelegen harus benar-benar teliti dan tepat. Karena kalau salah informasi akan mengakibatkan kehancuran bagi kita,“ tambahnya.

Lebih lanjut, Alaudin bercerita saat konfrontasi dengan Timor Timur pasukan TNI sempat dipukul mundur karena tidak kuat. Sebenarnya kalau menyerang perbandingannya 3 banding 1.

"Dulu waktu intelegen belum mantap kita kira waktu menyerang satu brigade, rupanya mereka satu brigade jadi kita kalah," ujarnya.

"Timor Timur itu dulu banyak tentara bayaran, jadi semangat juangnya lebih hebat TNI. Makanya kita bisa berhasil karena rela berkorban dan semangat juang tinggi. Walau sekarang kami sudah tua, tapi semangat kami tidak kalah dengan anak muda," pungkas Alaudin sembari tersenyum.(*)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help