TribunMedan/
Home »

Cetak

Oknum Polisi Jadi Calo SIM, Tawarkan Membantu Warga dengan Tarif Rp 420 Ribu

Pihak perantara atau calo pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) marak beroperasi di sekitar kantor Satuan Lalu-lintas Polrstabes Medan.

Oknum Polisi Jadi Calo SIM, Tawarkan Membantu Warga dengan Tarif Rp 420 Ribu
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga memperlihatkan surat izin mengemudi (SIM) dengan sistem online miliknya di Satlantas Polresta Medan, beberapa waktu lalu. Kepolisian Negara Republik Indonesia mulai memberlakukan sistem online, guna memudahkan masyarakat memperoleh SIM dan menghindari kemungkinan seseorang mempunyai lebih dari satu SIM. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

MEDAN, TRIBUN-Pihak perantara atau calo pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) marak beroperasi di sekitar kantor Satuan Lalu-lintas Polrestabes Medan.

Ada orang biasa, pegawai negeri sipil bahkan oknum anggota polisi. Praktik ini sebagai imbas keterlibatan pihak swasta mengeluarkan sertifikat mengemudi berbiaya mahal, sampai Rp 420 ribu, sebagai syarat membuat SIM.

Calo yang menawarkan jasa pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) memang tidak lagi agresif. Tidak lagi calo berdiri di pelataran depan kantor Satuan Polisi Lalu Lintas Polrestabes Medan untuk menawarkan jasa pengurusan. Tapi ada oknum polisi bergerak rapi menawarkan jasa mempermudah pembuatan SIM.

"SIM saya sudah lewat masa berlaku. Saya buat ke Satlantas Medan. Saat itu, antrean panjang, sekitar 300 orang. Nggak sanggup saya. Akhirnya ada yang tawarkan jasa Rp 750.000, tidak perlu antre," ujar Santo Alli kepada Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, Kamis (9/11) pagi.

Santo merasa kesal, lalu menceletuk, "Jadi saya pilih nggak punya SIM saja. Naik taxi online atau gojek saja."
Husein, warga lainnya mempertanyakan prosedur pengurusan SIM di Medan yang terlebih dahulu harus memiliki sertifikat mengemudi buatan swasta.

Pemohon SIM mengikuti tes mengemudi untuk mengurus sertifikat mengemudi di MSDC Jalan Bilal Medan, Rabu (8/11/2017). Biaya pembuatan surat izin mengemudi (SIM) jadi membengkak hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan sertifikat pelatihan mengemudi.
Pemohon SIM mengikuti tes mengemudi untuk mengurus sertifikat mengemudi di MSDC Jalan Bilal Medan, Rabu (8/11/2017). Biaya pembuatan surat izin mengemudi (SIM) jadi membengkak hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan sertifikat pelatihan mengemudi. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

"Jadi pertanyaan saat ini adalah apakah cara ujian praktiknya sudah sesuai dengan SOP dari Mabes Polri atau cuma akal-akalaan dari oknum di Medan agar peserta disulitkan lulus, sehingga warga yg butuh terakhirnya ngurus via pihak ketiga?" ujar Husein.

Ia melanjutkan, "Jadi ada mutualisme dari pihak ketiga dan oknum, yang dirugikan adalah warga Medan. Intinya memang ada kesengajaan ujian praktiknya dipersulit. Misalnya jarak antar cone yang 2 meter dibuatnya jadi 1,5 meter dan lebar lintasan dipersempit."

Berdasarkan pengamatan Rabu (8/11) di kawasan kantor Satlantas Polrestabes Medan di Jalan Arief Lubis/Adinegoro Medan, Tribun Medan/Tribun-Medan.com coba masuk ke dalam kantor. Saat memasuki pintu masuk Satlantas Polrestabes Medan dua petugas langsung menyapa.

Seorang petugas kepolisian mengenakan seragam, dan seorang lagi pegawai sipil pada Satlantas Polrestabes Medan mempertanyakan tujuan Tribun Medan masuk ke Kantor Satlantas Polrestabes Medan. Tribun distop, enggak boleh masuk ke dalam pelataran.

Kemudian, Tribun Medan menjelaskan ingin mengetahui informasi tentang tata cara pengurusan SIM-C yang biasa tertempel di dinding. Petugas yang mengenakan kemeja cokelat langsung memberikan penjelasan tentang syarat dan tata cara pengurusan SIM.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help