TribunMedan/
Home »

Cetak

Tekan Laju Inflasi Akhir Tahun, BI Minta TPID Aktif Awasi Distribusi Cabai Merah

efisiensi distribusi dapat dimulai dari mengawasi dan mendata distribusi pangan yang berada di wilayah masing-masing.

Tekan Laju Inflasi Akhir Tahun, BI Minta TPID Aktif Awasi Distribusi Cabai Merah
Inflasi Grafik

TRIBUN-MEDAN.com - Sebagai upaya membentuk jalur distribusi yang efisien guna menjaga tekanan laju inflasi hingga akhir tahun atau triwulan IV, Bank Indonesia berharap Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) aktif melakukan pengawasan kegiatan distribusi.

Seperti dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Arief Budi Santoso, Minggu (12/11).

Ia mengatakan, efisiensi distribusi dapat dimulai dari mengawasi dan mendata distribusi pangan yang berada di wilayah masing-masing. Tujuannya untuk mengetahui ketersediaan stok pangan yang ada.

Baca: Cabai dan Batu Bata Penyumbang Inflasi Terbesar di Siantar, BI Siapkan Program Stabilitas Harga

"Sudah waktunya bagi TPID untuk turun aktif dalam melakukan pengawasan kegiatan distribusi secara intensif. Di TPID Kota Medan, kami sudah menginisiasi hal tersebut dengan berdiskusi kepada pedagang besar cabai merah dan mendorong pembentukan asosiasi. Dengan membuka dialog dan melakukan pendataan secara berkala, kita mengembalikan kontrol terhadap pengendalian harga pangan ke tangan pemerintah daerah," kata Arief.

Efisiensi distribusi, katanya, dapat membentuk dan mendorong BUMD Pangan. Sebab, BUMD Pangan merupakan satu solusi yang paling ideal dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan karena kemampuannya memangkas mata rantai distribusi.

"Di sini (Sumut), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Deliserdang sedang dalam proses pembentukan BUMD Pangan. Akan tetapi, kita juga bisa
memanfaatkan BUMD yang sudah ada, contohnya seperti Pemerintah Kota Medan dengan PD Pasar-nya," ujarnya.

Dikatakan Arief, permasalahan terkait cabai merah di Sumatera Utara terus berulang dan ini disebabkan karena panen yang terlalu berlimpah atau minim produksi di saat kebutuhan meningkat.

Di sisi lain, penyimpanan cabai merah hanya untuk jangka waktu pendek. Selain berdampak pada inflasi, hal itu juga merugikan petani.

"Dibutuhkan solusi dan pengaturan terpusat melalui kalender pangan untuk mengkoordinasikan musim tanam, sehingga produksi cabai merah bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk beras saja bisa, kenapa tidak cabai merah," kata orang nomor satu di BI Sumut ini.

Pria berkulit putih ini menyatakan koordinasi lintas daerah menjadi kunci utama. Sebab, seringkali dalam mengambil kebijakan seakan melupakan bahwa segala permasalahan bisa diatasi sendiri.

"Kota Medan tidak bisa mengatasi permasalahan inflasinya sendiri, karena dia tidak punya lahan. Namun mereka bisa menjadi penyerap produksi cabai dari Batubara. Kerjasama yang kuat dan koordinasi yang intensif adalah kunci keberhasilan kita bersama. Dalam hal ini, TPID Provinsi siap berperan menjadi wadah yang menjembatani koordinasi antar kabupaten/kota," ujarnya.

Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help