TribunMedan/

Begal Merajalela, Polsek Medan Kota Datangi Kampus STIM Sukma

kebanyakan pelaku kejahatan terindikasi selalu menggunakan narkoba sebelum berkasi. Akibatnya, pelaku tak segan-segan melukai korbannya.

Begal Merajalela, Polsek Medan Kota Datangi Kampus STIM Sukma
Tribun Medan/Azis
Polsek Medan Kota saat blusukan memberikan penyuluhan di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma Jalan Sakti Lubis Medan, Senin (13/11/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pelaku kejahatan jalanan atau begal dan rampok kerap menghantui dan tidak mengenal usia saat beraksi.

Bahkan, kebanyakan pelaku kejahatan terindikasi selalu menggunakan narkoba sebelum berkasi. Akibatnya, pelaku tak segan-segan melukai korbannya.

Menanggapi kejadian ini, Polsek Medan Kota merasa perlu memberikan penyuluhan dengan blusukan sekaligus mensosialisasikan ke siswa maupun mahasiswa.

Seperti yang dilakukan polisi di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma Jalan Sakti Lubis Medan, Senin (13/11/2017).

Baca: DOORRR! Satu Begal Lagi Ditembak Mati Polisi, Ternyata Sudah Buron Sejak Setahun Lalu

Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Tobing melalui Wakapolsek AKP Uli Lubis menyampaikan, para mahasiswa juga bisa mengantisipasi agar tidak menjadi korban begal.

Ciri-cirinya yakni, pelaku kejahatan jalanan selalu berboncengan lebih dari satu sepeda motor, selalu memakai helm dengan kaca yang gelap baik siang ataupun malam hari dan biasanya memakai jaket.

"Para begal sudah pasti pemakai narkoba sehingga mereka tidak segan-segan melukai bahkan membunuh korbannya. Hindari berkendaraan malam hari mulai pukul 24.00 s/d 05.00 WIB, karena merupakan jam rawan begal," imbau Uli.

Baca: Ini Begal Zaman Now! Update Status di Facebook Sebelum dan Sesudah Beraksi, Begini Nasibnya

Kemudian, hindari jalan yang gelap dan sunyi, silakan sampaikan laporan melalui aplikasi Polisi Kita tentang keberadaan bandar narkoba, dengan catataan informasi yang diberikan benar-benar akurat.

"Dalam waktu dekat Polsek Medan Kota akan melakukan tindakan represif terhadap tempat kos-kosan dan mengumpulkan pemilik rumah kos agar bertanggung jawab terhadap tempat kosnya," jelas Uli.(*)

Penulis: Azis Husein Hasibuan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help