TribunMedan/
Home »

Video

Gara-gara Diimingi Rp 10 Juta, Seorang Janda Nekat Lakukan Pekerjaan Haram

Nahasnya sebelum barang itu sampai ditujuan, FTH sudah tertangkap duluan di Stasiun bus Kurnia di Jalan Gagak Hitam Ringroad

Laporan Wartawan Tribun Medan, M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seorang janda beranak tiga asal Aceh dengan inisial FTH (37), nekad selundupkan sabu seberat satu kilogram dalam koper.

Ia mengaku diimingi-imingi akan diberi uang Rp 10 juta rupiah usai mengantarkan sabu tersebut.

Nahasnya sebelum barang itu sampai ditujuan, FTH sudah tertangkap duluan di Stasiun bus Kurnia di Jalan Gagak Hitam Ringroad, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan, Sumatera Utara.

Baca: Bawa Ganja 37 Kilogram, Dua Pria Roboh Ditembak Polisi

Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ganda MH Saragih mengatakan saat dilakukan penggeledahan petugas Kepolisian menemukan satu bungkus plastik. Ternyata berisi sabu yang diperkirakan sebanyak satu kilogram.

"Saat diinterogasi tersangka FTH menjelaskan bahwa ia hanya disuruh oleh bosnya yang bernama ZK yang masih DPO, yang tinggal di Aceh untuk membawa sabu tersebut ke Kota Medan," kata Ganda di Polrestabes Medan, Senin (13/11/2017).

"Tersangka FTH ini mengaku akan diberi upah Rp 10 juta rupiah, setelah berhasil mengantarkan sabu pada salah seorang pemesan yang ada di LP Tanjunggusta," tambahnya.

Baca: Mengejutkan, Selain Ayahnya Sakit, Ini Pengakuan Pelajar yang Bawa Ganja 48 Kg

Ganda menuturkan bahwa sabu yang dibawa tersangka FTH ini sangat sama persis dengan sabu yang diungkap oleh BNN dengan kode CP.

"Kalau kita lihat berita yang lalu, barang dengan kode CP ini ditangkap di Kota Bireun, Aceh. Sabu ini posisinya ditanam, dan dari yang kita lihat benar karena sekeliling plastik yang membungkus sabu ini penuh dengan bekas tanah," ungkap Ganda

Selanjutnya, Tersangka FTH akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 subsider UU narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun penjara.(*)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help