TribunMedan/

Hendra Terkejut Sudah Ada 1.000 Gojek

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD) bersama Dinas Perhubungan membahas persoalan keberadaan transportasi berbasis online.

Hendra Terkejut Sudah Ada 1.000 Gojek
Ist
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD) bersama Dinas Perhubungan membahas persoalan keberadaan transportasi berbasis online, Go Jek dan Go Car dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks DPRD Jalan Adam Malik, Sabtu (11/11).

Dalam rapat Komisi III DPRD yang dipimpin Hendra Pardede mempertanyakan izin Go Jek di Kota Pematangsiantar. Komisi III juga mempertanyakan terkait kuota Go Jek yang over dan dikhawatirkan menjadi potensi kemacetan.

"Ini harus disikapi, saya terkejut sudah ada 1.000 Go Jek. Padahal dua bulan lalu saya dengar baru 500. Juga mereka suka-suka aja di Kota Ini. Itu bagaimana izinnya?" tanya Hendra Pardede kepada pihak Dishub Kota Pematangsiantar.

Menanggapi soal izin itu, Kadis Perhubungan Kota Pematangsiantar, Esron Sinaga menegaskan bahwa Go Jek tidak punya izin beroperasi. Dishub juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan dan Forum lalu lintas lainnya.

Baca: Bikin Ngakak! Pengendara Peluk Motornya Sambil Nangis saat Dirazia Polisi

Baca: Gurunya Cabuli Tiga Siswi, Ratusan Pelajar Malah Minta Tulus Marbun Dibebaskan

"Izinnya tidak ada. Tapi itu sudah dibahas bersama pimpinan pusat terkait izinnya. Kami juga sudah memanggil pimpinan Go Jek yang bersangkutan," jelas Esron Sinaga. 

Mendengar jawaban Esron, Hendra Pardede menjelaskan solusi untuk Go Jek agar dirazia dan ditindak tegas. Tindakan tegas merazia Go Jek berujuk dari kondisi di Bali dan Bandung.

"Bapak pernah ke Bali, contoh di Bali dan Bandung Go Jek gak boleh beroperasi, mereka di sana hanya boleh ngedrop penumpang saja dari luar, setelah itu disuruh balik. Jadi solusinya dirazia saja mereka," tegas Hendra. 

Pihak Komisi III menegaskan soal saran merazia Go Jek dikarenakan adanya laporan dari pengusaha angkutan kota dan angkutan desa milik lokal. Ada sekitar 10 laporan. Selain itu, kehadiran Go Jek dikhawatirkan mematikan mata pencaharian pengemudi Becak BSA yang menjadi ikon Kota Pematangsiantar.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help