TribunMedan/

Jangan Berani-berani Suap Petugas BNN, Bisa-bisa Bernasib Seperti Irwan

Irwan Memori Napitu, terdakwa kasus penyuapan terhadap petugas Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Pematangsiantar pada Jumat

Jangan Berani-berani Suap Petugas BNN, Bisa-bisa Bernasib Seperti Irwan
Tribun Medan/Mustaqim
Irwan Memori Napitu (kemeja abu abu) serius mendengarkan pembacaan dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Siantar di Ruang Cakra VII PN Medan, Senin (13/11/2017) dalam perkara OTT penyuapan petugas BNNK Siantar. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Irwan Memori Napitu, terdakwa kasus penyuapan terhadap petugas Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Pematangsiantar pada Jumat (18/8/2017) lalu menjalani sidang dakwaan.

Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan Senin (13/11/2017).

Pada persidangan itu, terdakwa yang tanpa didampingi penasihat hukum didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang (UU) No 20 tahun 2001 atas perubahan UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 53 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Terdakwa juga dikenakan Pasal 2 UU Nomor 11 tahun 1980 tentang tindak pidana suap," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryanto sesuai sidang di Ruang Cakra VII, PN Medan.

Baca: Berencana Jual Cula Badak pada Ahok, Begini Nasib Dua Pria ini

Harianto juga menyebutkan terdakwa terancam terkena hukuman maksimal yaitu berupa hukuman penjara diatas 5 tahun.

Kasus ini bermula, ketika terdakwa berjanji akan memberikan petugas BNNK Pematangsiantar uang sebesar Rp 60 juta untuk membebaskan tersangka pemilik 19 butir pil ekstasi bernama Muhammad Irfansyah Pulungan pada Jumat (18/8/2017) lalu sekitar pukul 13.30 WIB.

Uang itu dimaksudkan agar tersangka hanya ditetapkan untuk dilepaskan atau direhabilitasi.

Namun, petugas BNNK telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan Polres Siantar dan langsung menangkap Irwan Memori Napitu beserta barang bukti uang tunai senilai Rp 60 juta.(*)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help